Sebanyak 38 mahasiswa dari berbagai angkatan bersama seluruh dosen Program Studi Agrowisata Bahari turun langsung ke lapangan dengan mengusung tema “Digital Branding dan Desain Kemasan Inovatif untuk Pengembangan Produk Pariwisata Ohoi Evu”.
Langgur, suaradamai.com – Semangat pemberdayaan masyarakat pesisir kembali terasa di Ohoi (Desa) Evu, Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku.
Pada Sabtu (22/11/2025), Program Studi Agrowisata Bahari, Jurusan Agribisnis dan Pariwisata Bahari, Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant) sukses melaksanakan kegiatan Project Based Learning (PBL) bersama Kelompok Nelayan Kepiting “Wear Manun”.
Sebanyak 38 mahasiswa dari berbagai angkatan bersama seluruh dosen Program Studi Agrowisata Bahari turun langsung ke lapangan dengan mengusung tema “Digital Branding dan Desain Kemasan Inovatif untuk Pengembangan Produk Pariwisata Ohoi Evu”.
Kegiatan ini tidak sekadar pembelajaran di kelas, melainkan wujud nyata link and match antara kampus dan masyarakat pesisir.
Melissa Justine Renjaan, Koordinator Program Studi Agrowisata Bahari sekaligus penanggung jawab kegiatan mengungkapkan,
“Melalui PBL ini, mahasiswa kami belajar menerapkan ilmu secara langsung. Di sisi lain, mitra kami yaitu Kelompok Wear Manun mendapatkan inovasi yang dapat meningkatkan nilai jual produk mereka. Ini adalah bentuk pengabdian kami untuk masyarakat Maluku Tenggara,”
Didampingi dua dosen pembimbing, Michael Gerits K. Remetwa dan Rahma Gusmawati Tammu, mahasiswa dan nelayan bahu-membahu melakukan identifikasi potensi, pelatihan digital marketing, hingga merancang kemasan produk yang estetis dan ramah pasar.
Hasilnya sungguh membanggakan. Lahirlah produk olahan kepiting bakau bermerek “Evu Tide” – sebuah suvenir sekaligus oleh-oleh khas yang siap mendampingi pengunjung saat menikmati keindahan lokasi wisata Wear Mas di Ohoi Evu.
Yohanis Songbes, Ketua Kelompok Nelayan Kepiting “Wear Manun” tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya.
“Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa dan para dosen Polikant Tual. Dengan kemasan baru dan branding yang lebih modern, kami yakin produk kepiting bakau kami bisa bersaing dan semakin banyak wisatawan yang datang ke Wear Mas Il. Semoga ini menjadi berkat bagi kami semua,” ujarnya penuh harap.
Kegiatan yang berlangsung penuh antusias ini menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat.
Editor: Henrik Toatubun
Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Politeknik Perikanan Negeri Tual





