Belajar Berbau Domba: Mahasiswa STPAK Ambon Jalani KKN-PPL di Paroki Ohoidertutu

Selama tiga bulan ke depan, ketujuh mahasiswa akan hidup dan berkarya bersama umat.


Langgur, suaradamai.com – Tidak ada khotbah yang lebih jujur selain tinggal bersama umat. Itulah yang kini dijalani oleh mahasiswa Sekolah Tinggi Pendidikan Agama Katolik (STPAK) Santo Yohanes Penginjil Ambon.

Seksi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Ohoidertutu melaporkan, sebanyak tujuh mahasiswa semester akhir STPAK Ambon telah resmi memulai masa Kuliah Kerja Nyata – Praktek Pengalaman Lapangan (KKN-PPL) di Paroki Hati Kudus Yesus Ohoidertutu, Keuskupan Amboina, pada Rabu (7/10/2026).

Mereka dihantar Pastor Pembimbing, RD. Kornelis Selaralat. Prosesi pelepasan dan penerimaan berlangsung sederhana namun penuh kekeluargaan, bertempat di Pusat Ibu Paroki Ohoidertutu dan dipimpin langsung oleh Pastor Paroki, RD. Joppy Romaldus Uweubun, Pr.

RD. Joppy menegaskan bahwa Ohoidertutu bukan sekadar lokasi KKN, melainkan ladang perutusan.

“Kami tidak membutuhkan mahasiswa yang hanya pintar teori. Kami merindukan mahasiswa, calon pemimpin yang mau berbau domba. Yang mau duduk di lantai bersama umat, makan enbal bersama, berkunjung ke rukun-rukun atau stasi, dan mendengarkan cerita umat kecil. Ohoidertutu menyambut kalian sebagai anak, bukan sebagai tamu,” ujar RD. Joppy dalam keterangan tertulisnya.

Selama tiga bulan ke depan, ketujuh mahasiswa akan hidup dan berkarya bersama umat. Mereka tidak tinggal di pastoran, melainkan di tengah keluarga-keluarga di stasi.

Adapun tugas pastoral yang akan mereka emban meliputi pendampingan katekese di sekolah-sekolah dan di lingkungan atau rukun, pendampingan Orang Muda Katolik (OMK) dan kelompok kategorial gereja, kunjungan pastoral kepada umat, serta membantu pelayanan liturgi dan pendataan umat.

Seksi Komsos Paroki Ohoidertutu mengonfirmasi,

ketujuh mahasiswa tersebut adalah Blandina Renwarin, Yanuarius Charles Karet, Lisma Batbual, Korneles Balriyanan, Sri Anggi Farneubun, Sisilia Sara Watlitir dan Getruda Esserey.

Adapun para calon katekis tersebut terbagi di empat stasi. Rinciannya, dua orang bertugas di Ibu Paroki Ohoidertutu, satu orang di Stasi Santa Agnes Ohoidertom, dua orang di Stasi Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus (DKKY) Somlain, dan dua orang lainnya di Stasi Santa Maria Ratu Rosario Ohoiren.

Salah satu peserta, Lisma Latbual, mengaku terharu dengan sambutan hangat umat. Gadis asal Pulau Buru yang bertugas di Stasi Somlain itu menceritakan perjalanannya.

“Saya datang dengan rasa sedih, ada sedikit takut juga, karena ini baru pertama kalinya melakukan perjalanan jauh. Tapi setelah menginjakkan kaki di sini, rasa takut itu tiba-tiba hilang karena sambutan hangat keluarga di Paroki dan di Stasi Somlain ini,” ungkap Lisma kepada Suaradamai.com, Kamis (8/10/2026) pagi.

Senada dengan Lisma, Korneles Balriyanan, mahasiswa asal Pulau Kei Besar yang juga bertugas di Stasi Somlain, menyebut KKN-PPL ini sebagai sekolah kehidupan.

“Di sini suasananya bagus, yang terpenting bisa berbaur dengan umat dan melakukan tugas pastoral dengan baik. Agar setelah lulus nanti, kami tidak kaget untuk mengajar dan melayani katekese,” kata Neles, sapaan akrabnya.

Kehadiran mahasiswa STPAK Ambon diharapkan mampu memberikan energi baru bagi dinamika pastoral di Paroki Ohoidertutu yang memiliki wilayah pelayanan yang luas dengan medan yang menantang.

PENULIS/PEWARTA: GERRY NGAMEL


Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Kabupaten Maluku Tenggara


Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Mubes I Suku Moskona Dibuka, 63 Pemilih Bakal Tentukan Ketua LMA dan Kepala Suku

Mubes ini merupakan kelanjutan Pra Mubes I Suku Besar...

Komisi B DPRK Teluk Bintuni Minta Pusat Perhatikan Pengungsi Moskona

Sudah setahun warga Distrik Moskona Utara dan Moskona Utara...

‎Desa-desa kini Punya Website, Langkah Besar Menuju Aru Mendunia dari Desa

‎‎Dobo, suaradamai.com - Desa-désa di Kabupaten Kepulauan Aru kini...

Bupati Manibuy Targetkan Pengungsi Moskona Pulang Sebelum Natal 2026

Rombongan menyusuri Moyeba Utara, Mosum, dan Moyeba Barat. Dinas...