Berbusana Seni Tradisi Kei, Potret Keindahan Pariwisata Ngurbloat

Hal senada disampaikan Yanti Ohoiwutun. Ia mengaku, dengan berpakaian adat, dirinya merasa lebih sopan dalam melayani tamu.


Langgur, suaradamai.com – Belum lama ini, pengelola Wisata Ngurbloat berkolaborasi dengan TP-PKK Ohoi Ngilngof, menganjurkan pelaku usaha di Wisata Ngurbloat untuk menggunakan busana adat Kei.

Ronald Tethool, ketua pengelola Destinasi Wisata Ngurbloat mengatakan, dengan mengusung busana seni tradisi Kei, wisata Ngurbloat dapat menampilkan sesuatu yang berbeda.

“Tujuan awalnya, kami ingin memberikan sesuatu yang berbeda, lalu ada keseragaman  bagi pelaku usaha. Busana ini akan teruskan ditampilkan, bukan hanya saat menyongsong Festival Meti Kei namun seterusnya,” kata Ronald.

Ditemui di tempat berbeda, Ketua TP-PKK Ohoi Ngilngof, Alowesia Resubun mengatakan, program busana tradisi Kei ini sengaja ditampilkan untuk mempertahankan nilai-nilai budaya lokal.

“Jadi, hal ini punya nilai lebih dalam keunikannya. Itu yang harus dipertahankan, sehingga bisa menjadi bagian dari daya tarik wisatawan,” terang Resubun.

Selain itu, sala satu pelaku usaha milenial, Dandi Fofid mengaku bangga dengan busana adat yang dikenakan.

“Sebagai anak muda, saya tidak malu dengan pakaian ini, justru saya merasa bangga,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Yanti Ohoiwutun. Ia mengaku, dengan berpakaian adat, dirinya merasa lebih sopan dalam melayani tamu.

“Busana begini sangat sopan. Mungkin kita usulkan untuk ganti ganti warna atau pakai kabaya kedepan,”tuturnya.

Tak bisa dimungkiri, penampilan seseorang menjadi hal yang diperhatikan sebagian besar orang pada impresi pertama, apalagi di di tempat wisata seperti Ngurbloat.

Editor: Petter Letsoin


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU