Berwisata di Kapal Perang KRI Malahayati-362 di Tual

Selama empat hari open ship, para pengunjung dari Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara berduyun-duyun ke Dermaga R.E. Martadinata Lanal Tual, untuk melihat kapal perang jenis Perusak Kawal Berpeluru Kendali kelas Fatahillah milik TNI AL ini.


Tual, suaradamai.com – Kedatangan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Malahayati-362 di Tual, menjadi momen berharga bagi masyarakat Tual dan Maluku Tenggara, yang ingin mengenal lebih dekat Kapal Perang yang dimiliki TNI AL.

Selama empat hari open ship, para pengunjung dari Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara berduyun-duyun ke Dermaga R.E. Martadinata Lanal Tual, untuk melihat secara dekat kapal perang yang sandar sejak Kamis (25/8/2022) lalu itu.

Didampingi ABK KRI Malahayati sebagai pemandu, para pengunjung tampak antusias dan senang saat memasuki Kapal Perang.

Mereka yang berkunjung didominasi oleh pelajar dan mahasiswa, antara lain dari SMK Negeri 1 Tual, SMA Negeri 1 Tual, TK Hang Tuah, SD Al Hilal, TK Al Ikhlas, Mahasiswa Uningrat Tual, Mahasiswa Politeknik Perikanan Negeri Tual, Siswa SMA N 2 Malra.

Selain itu, ada juga dari staf RS Maren Tual, staf Bandara Karel Sadsuitubun Langgur, Dinas Pariwisata Malra, Dinas Pariwisata Kota Tual, serta masyarakat umum yang sangat antusias melihat kapal perang jenis Perusak Kawal Berpeluru Kendali kelas Fatahillah milik TNI AL ini.

Danlanal Tual Kolonel Laut (P) Indra Dharma menjelaskan, para pengunjung terutama pelajar, dalam kunjungan itu, diperkenalkan tentang kemaritiman secara umum, peralatan serta persenjataan yang dimiliki KRI.

Di atas geladak KRI Malahayati-362, para siswa juga menerima penjelasan tentang proses perekrutan prajurit di lingkungan TNI Angkatan Laut.

“Kunjungan ke Kapal Perang ini merupakan bagian dari pembinaan potensi maritim. Diharapkan pengalaman ini bisa menambah wawasan terhadap ilmu dan pelajaran yang diperoleh di sekolahnya, serta akan membangun pola pikir, pola tindak mereka dalam memandang kemaritiman secara luas,” ujar Danlanal.

“Pada akhirnya, mereka akan menjadi sumber daya manusia pendukung pertahanan negara di laut, apapun cita-cita dan profesinya kelak. Selain itu juga diharapkan dapat menumbuhkan minat untuk menjadi Prajurit TNI Angkatan Laut,” imbuh Danlanal.

Untuk diketahui, pembukaan kapal perang untuk dijadikan wisata sementara, hanya berlangsung selama empat hari. Hari ini, Minggu (28/8/2022), merupakan hari terakhir kunjungan untuk umum.

Editor: Labes Remetwa


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU