BKSDA Maluku Gelontorkan Rp280 Juta bagi Tujuh Kelompok di Kei Kecil Barat

Masing-masing kelompok yang berasal dari tujuh ohoi di Kecamatan Kei Kecil Barat, Kabupaten Maluku Tenggara, mendapat bantuan peningkatan ekonomi produktif sebesar Rp40 juta.


Langgur, suaradamai.com – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Maluku menggelontorkan bantuan peningkatan ekonomi produktif sebesar Rp280 juta bagi tujuh kelompok di Kecamatan Kei Kecil Barat, Kabupaten Maluku Tenggara.

Bantuan diserahkan langsung oleh Kepala BKSDA Provinsi Maluku Dany H. Pattipeilohy, didampingi Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun, di Aula Kantor Bupati, Jumat (15/7/2022).

Pemberian bantuan ini merupakan tindaklanjut sosialisasi tentang perlindungan Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL), yang dilakukan oleh BKSDA Provinsi Maluku melalui Resort Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Tual, bekerja sama dengan Kantor Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku Gugus Pulau VIII Kepulauan Kei, Keuskupan Amboina Wilayah Kei Kecil dan Kota Tual, dan GPM Klasis Pulau-pulau Kei Kecil dan Kota Tual, beberapa waktu lalu.

Sosialisasi tersebut menitikberatkan pada pemanfaatan hewan “Tabob” atau Penyu Belimbing di wilayah adat Ratschaap Nufit (Kecamatan Kei Kecil Barat). Meski begitu, juga mengajak masyarakat untuk tidak memanfaatkan tumbuhan dan satwa yang dilindungi. Sebagai gantinya, masyarakat meminta tim sosialisasi untuk memberikan bantuan pemberdayaan.

Kepala BKSDA Provinsi Maluku Dany H. Pattipeilohy menambahkan, bantuan peningkatan ekonomi produktif ini juga merupakan hasil koordinasi antara BKSDA Maluku dengan Bupati Maluku Tenggara pada Desember 2021 lalu.

Bantuan baru dapat direalisasikan tahun ini. Adapun tujuh kelompok penerima bantuan, yaitu Kelompok Nuhu Lim Ohoi Warbal, Kelompok Tabob Ohoi Somlain, Kelompok Tiger Ohoi Ur Pulau, Kelompok Bum Sawel Ohoi Ohoidertutu, Kelompok Elken Ohoi Ohoiren, Kelompok Tobi Tobai Ohoi Madwear, dan Kelompok Temar Mol Ohoi Ohoidertom.

Bantuan pemberdayaan yang diberikan berupa bantuan perkebunan, serta alat tangkap, budidaya, dan pengolahan perikanan.

Pattipeilohy mengatakan, pihaknya baru dapat mengakomodir tujuh dari sembilan ohoi yang ada di wilayah adat Ratschaap Nufit. Dua ohoi lain, yaitu Ohoi Ohoira dan Ohoi Tanimbar Kei, lanjut Pattipeilohy, akan diakomodir pada tahun depan.

“Dari 26 desa di dua provinsi (Maluku dan Maluku Utara) yang kita berikan bantuan tahun ini, Maluku Tenggara mendapat bantuan paling terbanyak, tujuh ohoi. Artinya, saya juga harus menjaga keseimbangan. Tahun depan kami akan berikan (untuk Ohoira dan Tanimbar Kei) bahkan di Kei Besar,” ungkap Pattipeilohy.

Editor: Labes Remetwa


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU