Bupati Malra: Tahun 2023 Fokus Bangun Kota Langgur

“Kota Langgur menjadi fokus pembangunan tahun 2023. Langgur sebagai ibukota adalah wajah Maluku Tenggara,” tegas Bupati Malra M. Thaher Hanubun.


Langgur, suaradamai.com – Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun akan fokus menata wajah Kota Langgur pada tahun 2023.

Hal itu ia ungkapkan dalam sambutannya pada sidang paripurna istimewa HUT ke-11 Kota Langgur, di ruang sidang utama DPRD Malra, Senin (10/10/2022).

“Kota Langgur menjadi fokus pembangunan tahun 2023. Langgur sebagai ibukota adalah wajah Maluku Tenggara,” tegas Bupati.

Untuk diketahui, kawasan Kota Langgur mencakup sejumlah ohoi sekitar, yaitu Ohoi Wearlilir, Faan, Ohoiluk, Ngayub, Kolser, Loon, Kelanit, Ohoingur (Langgur), dan Kelurahan Ohoijang-Watdek.

Bupati mengatakan akan terus membenahi Kota Langgur. Berbagai aspek terus diperbaiki baik dari sarana dan prasarana maupun Sumber Daya Manusia (SDM).

Adapun beberapa upaya yang akan dilakukan, antara lain penataan kawasan kumuh, pembangunan 3,2 km jalan lingkungan, 3,5 km drainase. Termasuk telah diusulkan pembangunan jalan dalam kota sepanjang 10 km.

Selain itu, kawasan Misi akan terus didorong untuk dilakukan revitalisasi.

“Semoga Langgur semakin berkembang, maju, dan terbuka, menjadi rumah bagi keberagaman. Serta menjadi tempat yang nyaman bagi aktivitas masyarakat,” ujar Bupati.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, rencana penataan Kota Langgur ini pernah disampaikan oleh Bupati dalam sambutannya pada acara serupa tahun lalu. Tepatnya pada 8 Oktober 2021.

Kala itu Bupati berjanji bahwa tahun 2022 akan menata, mempercantik, dan menjadikan Langgur sebagai kota kecil yang indah.

“Langgur ini pusat Kabupaten Maluku Tenggara, yang banyak dikunjungi tamu dari luar. Mereka akan melihat Langgur sebagai wajah Maluku Tenggara,” ujar Bupati dalam sambutannya pada paripurna istimewa peringatan HUT ke-10 Kota Langgur, Jumat (8/10/2021).

Saat itu, Bupati mengatakan, pemerintah daerah akan menata beberapa titik pusat aktivitas masyarakat yang memiliki nilai historis atau sejarah, yakni kawasan pemerintahan daerah, kawasan MSC dan Taman Ziarah Mgr. Johannes Aerts, dkk.

Kemudian landmark Kota Langgur, kawasan kuliner, serta penataan kawasan pendidikan Langgur dan sekitarnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga akan membangun infrastruktur jalan. Merehabilitasi ruas-ruas jalan utama, maupun membangun dan merekonstruksi jalan-jalan lingkungan.

Kemudian menata dan merevitalisasi kawasan kumuh, serta merehabilitasi rumah tidak layak huni yang masih tersebar di beberapa titik di Kota Langgur.

Pengembangan Langgur tanggungjawab semua pihak

Dalam sambutannya pada sidang paripurna istimewa tadi pagi, Bupati menegaskan bahwa upaya pengembangan Kota Langgur adalah tanggungjawab semua pihak.

Untuk itu, ia meminta semua pihak mendukung rencana pembangunan tersebut. Sebab, menurut dia, hari ini pembangunan tidaklah mudah mengingat pandemi Covid-19 belum berlalu. Diperparah dengan ekonomi global yang tidak menentu.

Krisis pangan dan energi yang kini dihadapi dunia masih menjadi ancaman. Tahun 2023 ada ancaman resesi global. Lonjakan harga minyak dunia memiliki konsekuensi terjadinya inflasi.

“Kita harus siap menghadapi ini semua … Kita semua dituntut untuk memiliki sense of crisis,” ujar Bupati.

Editor: Labes Remetwa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU