Cegah Stunting, Polikant Kembangkan Produk Teripang Kaya Nutrisi

Produk teripang, sebagai salah satu pangan alternatif yang baik, harus dikembangkan dalam rangka membantu program pemerintah daerah untuk mengatasi masalah stunting di Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual.


Langgur, suaradamai.com – Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant) mengembangkan produk teripang kaya nutrisi dalam rangka mendukung program pemerintah mencegah terjadinya stunting pada anak.

Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak.

Untuk menjawab persoalan itu, para peneliti di Polikant berusaha membuat produk yang dapat dikonsumsi oleh semua kalangan, terutama bagi anak-anak.

Melalui rilis pers yang diterima Suaradamai.com, Jumat (21/10/2022), Ketua Tim Program Pengabdian Santi P.T Rahantoknam, S.IK, M.Si, menjelaskan, teripang merupakan salah satu sumber makanan paling bergizi karena memiliki kandungan nutrisi lengkap, yakni karbohidrat, asam lemak, asam amino, juga beberapa komponen vitamin, sterol serta beberapa jenis mineral.

“Dari semua kandungan nutrisi tersebut membuat teripang berpotensi sebagai sumber makanan faktor pertumbuhan tinggi,” ungkap Rahantoknam.

Rahantoknam menambahkan, teripang yang memiliki kandungan gizi tinggi dan bernilai ekonomis tinggi, selama ini teripang hanya diolah dalam bentuk teripang kering.

Sebab itu, untuk meningkatkan harga jual dan selera makan konsumen, dapat dilakukan diversifikasi produk, yaitu menganekaragamkan produk dengan teripang pasir (Holothuria scabra) menjadi berbagai macam produk, seperti nugget teripang, pempek teripang, kerupuk teripang, abon teripang, bakso teripang, dan lainnya.

Polikant, lanjut Rahantoknam, melakukan pengembangan diversifikasi produk teripang melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat “PPDM Kampung Nelayan Teripang, Desa Watuar, Maluku Tenggara” yang didanai Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) tahun 2022.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini dilakukan oleh tim dosen Polikant, Santi P.T Rahantoknam, S.IK, M.Si (Ketua), Maria K. Ohoiwutun, S,Pi, M.Si, Meyske A. Rahantoknam, SE, M.Si, dan Mariana Y. Beruatjaan, S.Pi, M.Si.

Rahantoknam menambahkan, pelaksanaan kegiatan PKM diversifikasi produk ini menerapkan kurikulum kampus merdeka yang diikuti oleh mahasiswa lintas program studi (Prodi), yaitu mahasiwa dari Prodi Manajemen Rekayasa Budidaya Laut (MRBL), Teknologi Budidaya Perikanan (TBP), Manajemen Rekayasa Pengolahan Hasil Perikanan (MRPHP), dan Agribisnis Perikanan (AGP).

Bersama mahasiswa, tim melakukan diversifikasi produk teripang berupa nugget, pempek, abon dan kerupuk.

“Kerupuk teripang bisa dikonsumsi oleh semua usia, mulai dari balita sampai lansia. Rasanya gurih, renyah dan bergizi tinggi. Lebih cocok lagi dikonsumsi bagi anak-anak yang menderita stunting (pertumbuhan terhambat/pendek) maupun siapa saja yang menderita penyakit tulang, karena kandungan kalsium yang cukup tinggi yaitu sebesar 6104 mg,” terang Rahantoknam.

Produk teripang, sebagai salah satu pangan alternatif yang baik harus dikembangkan dalam rangka membantu program pemerintah daerah untuk mengatasi masalah stunting di Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual.

Editor: Labes Remetwa


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU