Cerita Dokter Jeffry, Anak Tukang Jahit Rumahan yang Raih Gelar Magister hingga Jadi PNS

Ikuti suaradamai.com dispot_imgspot_imgspot_imgspot_img

“Saya jawab seperti itu, tapi tidak pernah berpikir kuliah dokter itu mudahkah, biayanya murah atau mahal, pelajarannya seperti apa,” kata dokter Je.


Solo, Suaradamai.com – Dokter Je, itulah sapaan untuk drg. Jeffry Kurniawan, M.K.M., dokter sekaligus influencer berparas tampan dan berprestasi. Tidak hanya tampan dan berprestasi, dokter yang lahir di Taluk Kuantan, Riau ini, kerap melakukan berbagai aksi sosial untuk menolong orang lain.

Namun banyak yang tak tahu jika dokter gigi ini berasal dari keluarga yang sangat sederhana. Dokter Je dibesarkan seorang diri oleh ibunya ketika ayahnya meninggal sejak dia berusia 6 tahun karena penyakit Gagal Ginjal Kronis.

Sejak kecil jika ditanya oleh guru ingin bercita-cita jadi apa, dokter Je selalu menjawab “ingin jadi dokter”. Cita-cita itu juga yang selalu dilabeli ibunya ke dia. Hingga setiap ditanyakan ingin jadi apa kelak, dia selalu menjawab “dokter”.

“Saya jawab seperti itu, tapi tidak pernah berpikir kuliah dokter itu mudahkah, biayanya murah atau mahal, pelajarannya seperti apa,” kata dokter Je.

Setelah lulus SMA, dokter Je melanjutkan kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Baiturramah Padang dengan biaya dari orang tuanya yang berprofesi sebagai tukang jahit rumahan. Walau sering dihina dan diremehkan oleh lingkungan sekitar karena anak tukang jahit punya mimpi besar, dia selalu sabar dan tak putus asa.

Selama kuliah, dokter Je aktif di berbagai organisasi/komunitas dalam dan luar kampus, bahkan banyak sekali menoreh prestasi, salah satunya Duta Pelapor Lalu Lintas Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar.

Karena harus membantu ibunya untuk membiayai kuliah, dokter Je menjadi frealence penerjemah jurnal, kelas tambahan untuk junior, hingga menulis artikel.

“Kalau dibayar alhamdulilah, kalau gak yah alhamdulilah juga,’’ ucapnya.

Saat berada di semester 4, dokter Je mulai aktif berkarier sebagai influencer. Dia kerap dipilih untuk mempromosikan produk/jasa yang tentu membantu ekonominya.

Walau disibukan dengan perkuliahan, organisasi, kerja sampingan, dan berbagai kompetisi mahasiswa yang diikutinya, dokter Je selalu memberikan waktu untuk mengunjungi hingga membantu anak yatim dan fakir miskin sambil bersosialisasi untuk calon pasien semasa coass nantinya.

Berkat kegigihan dokter Je dan doa serta kerja keras ibunya, dia berhasil lulus dengan predikat dokter gigi terbaik ke-4 di kampusnya itu.

Setelah lulus Sarjana Kedokteran Gigi, dia diterima bekerja di salah satu Rumah Sakit Swasta di Pekanbaru sambil melanjutkan kuliah Magister Kesehatan Masyarakat di salah satu Universitas Swasta ternama di Pekanbaru.

Di akhir kuliah magisternya, dokter Je sengaja mengikuti seleksi CPNS 2019. Di luar ekspektasinya, ternyata dia berhasil lulus seleksi tersebut dan ditempatkan di salah satu Puskesmas di Kuantan Singingi sebagai dokter gigi. Dia kemudian juga berhasil menyelesaikan gelar magisternya tepat waktu.

Dokter yang juga Founder Pemilihan Putera Puteri Kampus Provinsi Riau dan Pemilihan Putera Puteri Kebudayaan Provinsi Riau ini kini sukses membuka tempat praktek pribadi bernama Sultans Dental Care, Sultans Management hingga Sultans Mens Care di Pekanbaru. Dia juga memiliki usaha lain seperti Barbershop yaitu Sultans Barbershop  Indonesia dan tetap aktif sebagai influencer.

Menariknya, walau sudah sukses, Ibu dokter Je tak mau berhenti menjahit. “Meski saya sudah larang, ibu selalu bilang ga bisa diam untuk berkarya, kadang masih terima beberapa orderan,” ucapnya.

Kebiasaan dokter Je yang selalu melakukan aksi sosial di jalanan juga tak ditinggalkannya meski sudah sukses. Pada masa pandemi lalu, dia aktif melakukan aksi sosial seperti bagi 1.000 masker untuk masyarakat.

Dia juga rutin berbagi THR kepada anak jalanan saat Idul Fitri. Tidak hanya itu, dia juga membawa anak-anak jalanan untuk belanja di mall. Hal itu dilakukannya karena pernah merasa hidup susah.

Di berbagai kesempatan, dia selalu memberikan motivasi untuk anak-anak yang takut bermimpi karena punya keterbatasan ekonomi dll. Walaupun dihina, diremehkan, tidak boleh membunuh mimpi sendiri.

“Setiap cobaan hinaan buat kita, kadang kita boleh memikirkannya tapi jangan terlalu lama diam, karena diam itu akan membuat usaha dan langkah kita tertunda, ayo bangkit, wujudkan mimpimu, lewati lembah air mata itu, kamu juga bisa,” pungkasnya.

Dokter Je kini telah menikah dengan dr. Nur Adilah Yasmin yang bekerja di salah satu rumah sakit swasta di Pekanbaru, dan Dokter Je dan istri selalu berusaha memberikan manfaat untuk orang lain

Ikuti suaradamai.com dispot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ronald Tethool

Sosok inspiratif yang berhasil memajukan pariwisata Ngurbloat, Kepulauan Kei, Maluku.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU