CU Noken Mambura Gelar Rapat Anggota Tahunan V

Meraih Pertumbuhan Berkelanjutan melalui Sinergi Bisnis untuk Kesejahteraan Anggota CU Noken Mambura.

Jayapura, suaradamai.com – Mengawali tahun 2020 dan Imlek 2571, CU Noken Mambura menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) V di Hotel Horison Kotaraja, Jayapura, Sabtu (25/1/20). 

Nama Noken Mambura memiliki makna. Noken artinya tas atau benda untuk menaruh sesatu sedangkan mambura adalah singkatan dari Mamba artinya siput untuk memanggil orang orang, sedangkan Ura adalah singkatan dari Kota Jayapura.

Mengangkat tema “Meraih Pertumbuhan Berkelanjutan melalui Sinergi Bisnis untuk Kesejahteraan Anggota CU Noken Mambura,” rapat kali ini dihadiri anggota yang lebih banyak dari RAT sebelumnya. Bahkan masih ada anggota dan simpatisan yang berdatangan hingga selesai kegiatan.

Dalam sambutannya, Plt. Ketua Pengurus CU Noken Mambura Matias Wiran (menggantikan Ketua Pengurus Alm. RP. Izak Resubun, MSC) berpesan kepada anggota lama agar setiap kali mengikuti rapat anggota rutin maupun rapat anggota tahunan, wajib membawa serta satu simpatisan atau calon anggota baru.

Selanjutnya acara dibuka sekaligus memberikan sambutan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Papua, Luther Bonggoibo, SH.

Dalam RAT V ini disahkan Matias Wiran sebagai Ketua Pengurus Periode 1 Januari sampai Desember 2020.

Adapun Laporan Pertanggung Jawaban Pengurus yang disahkan oleh Ketua Pengawas Theodorus Kossay, Ketua Pengurus Matias Wiran dan Manager Anthon Tangaguling disambut positif oleh peserta RAT V dengan menepuk tangan meriah.

Anggota CU. Noken Mambura telah mencapai angka 1.358, meliputi wilayah Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Pegunungan Bintang, Kabupaten Asmat, Kabupaten Keerom, Kabupaten Wamena, Kabupaten Sarmi, dan Kabupaten Merauke.

Pencapaian program kerja 97%. Pecapaian lain dari program kerja CU. Noken Mambura adalah Simpanan Pokok Rp1.251.340.000 (98%), Simpanan Wajib Rp1.251.340.000 (118%), Nokenta Rp17.114.351.401 (103%), Piutang Rp12.675.569.180 (91%), Pendapatan Rp2.476.195.115 (93%), Biaya Rp2.084.805.779 (93%), SHU Rp391.389.336 (93,2%), dan Asset Rp26.133.975.571 (99,7%).

Berbagai pencapaian ini merupakan usaha anggota CU yang dikelola oleh pengurus, sehingga anggota sebagai pemilik dan pemegang kekuasaan tertinggi mendapat pelayanan yang prima. Anggota juga menikmati Sisa Hasil Usaha (SHU) yang dijadikan bingkisan sembako dan uang transportasi pulang Rp150.000 per anggota.

“Semoga CU ke depan makin bertambah anggota yang disejahterakan sehingga hidup mapan dan berkecukupan hingga hari tua,” demikian kata Benediktus Kelen, salah satu pengurus CU yang juga adalah panitia pelaksana. (harrysirken/labesremetwa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU