Dukung CGP Dan SP, Bukti Pemkot Serius Soal Pendidikan Di Tual

“Mereka menggunakan kurikulum diferensiasi, kurikulum yang melihat karakter siswa. Anak dilihat sesuai talenta ataupun kemampuan belajarnya, harapan besar saya bahwa, kehadiran guru penggerak dan sekolah penggerak mampu membawa perubahan ,” Ungkap  Plt Disdikbud.


Tual, suaradamai.com – Plt. Kepala Dinas pendidikan dan kebudayaan Kota Tual Mudatsir Tamher mengatakan, dari 11 Kabupaten/kota, Kota Tual, Kota Ambon dan Masohi dipilih sebagai daerah yang memiliki Sekolah Penggerak (SP) , Selasa(4/5/2021).

Mudatsir mengaku, Pemkot Tual serius soal peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia, dengan mendukung program merdeka belajar.

“Awalnya saya menghadiri kegiatan pemerintah pusat di Makassar, mereka memaparkan tentang sekolah penggerak, saat itu saya diberi kesempatan maju, dan menyatakan kota tual siap mengikuti program tersebut. Tentu, hal itu juga atas dukungan Wali Kota,” Jelas Mudatsir di ruang kerjanya.

Kepada reporter suaradamai.com, Mudatsir menjelaskan, kehadiran guru penggerak mampu membawa perubahan di dunia pendidikan, karena metode pengajaran yang digunakan berbeda dari sebelumnya. Mereka memberikan pengajaran dengan metode yang disesuaikan kepada setiap anak sehingga anak mampu beraktifitas serta produktif saat berada dalam kelas.

“Mereka menggunakan kurikulum diferensiasi, kurikulum yang melihat karakter siswa. Anak dilihat sesuai talenta ataupun kemampuan belajarnya, harapan besar saya bahwa, kehadiran guru penggerak dan sekolah penggerak mampu membawa perubahan ,” Ungkap  Plt Disdikbud.

Menurut dia, metode pembelajaran seperti ini sudah diterapkan sejak lama di luar negeri seperti Amerika ataupun Jepang. Akibat pandemi covid-19 baru-baru ini yang memaksa guru maupun siswa untuk belajar secara daring, Plt Disdikbud itu merasa ada jarak yang harus diisi kembali, karena waktu pembelajaran dimasa pandemi sangat singkat, sehingga perlu diisi kembali dengan terobosan baru.

“Dengan metode pembelajaran oleh CGP, anak menjadi aktif untuk belajar, dan bakat terpendam yang mereka miliki atau ingin dikembangan mampu terwujud. MOU sekolah penggerak di Kota Tual telah ditanda tangani oleh Wali Kota dan Mentri Nadiem Makarim,” Tutup Mudatsir.

Editor: Petter Letsoin

Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Ads

Populer

Artikel terkait

Wali Kota Ambon: Natal Sejati Hadirkan Kasih dan Damai, Safari Natal Perkuat Toleransi

Wattimena mengatakan, Safari Natal merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah...

Giliran Indonesia Batasi Akses Medsos bagi Anak Usia 13-16 Tahun Mulai Maret 2026

“Tahun depan bulan Maret sudah mulai bisa kita laksanakan...

Fun Run HUT ke-22 Kepulauan Aru, Djumpa-Sihite Gelorakan Semangat Bangun Aru

Wakil Bupati, Muhammad Djumpa, Kapolres Kepulauan Aru, AKBP Albert...

Empat Isu Strategis Soal Perempuan Asli Papua Jadi Pembahasan Utama dalam Kunker MRPB

Kunker yang berlangsung di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat,...