Fadirubun: Ada 3 Aspek Penting Wujudkan Reformasi Koperasi

Fadirubun juga mengatakan, bahwa keberhasilan koperasi bukan dilihat dari jumlah koperasinya namun yang terpenting adalah jumlah unit usaha dalam koperasi tersebut. Jika hal itu dapat dijalankan, maka kesejahteraan hidup anggota koperasi akan meningkat.


Tual, suaradamai.com- Berdiri sebagai badan usaha yang dikelola secara berkelompok sehingga koperasi yang telah didirikan berpuluh tahun silam ini memiliki tujuan dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat lebih khususnya para anggota yang dibina kemudian koperasi turut membantu pemerintah wujudkan kehidupan masyarakat adil dan makmur.

Miliki banyak tantangan dan kendala seiring berjalannya waktu maka koperasi dibutuhkan adanya reformasi pada bidang koperasi

Kepala Dinas Koperasi Dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Tual, Ridwan A. Fadirubun, mengatakan bahwa dibutuhkan tiga hal dalam mewujudkan reformasi koperasi, yakni rehabilitasi, reorientasi dan pengembangan koperasi. Ketiga hal tersebut, saat ini sedang menjadi fokus pihaknya. Dari identifikasi sementara, ditemukan banyak hal yang menjadi kendala dalam pengembangan koperasi di Kota Tual, salah satunya dikarenakan tujuan awal pembentukan koperasi oleh sebagian kelompok, hanya berorientasi pada bantuan.

“Ternyata dari hasil identifikasi, salah satu penyebab pembentukan koperasi, karena koperasi itu dibentuk, hanya atas nama saja, dan mencari bantuan. Maksudnya karena ada bantuan, maka dibentuk koperasi. Lalu dua orang bentuk. Begitu dua orang itu tidak melakukan aktivitas, koperasi itu mati. Ada koperasi yang sudah dapat bantuan, tapi mereka bisa alih nama jadi pribadi.” jelas Fadirubun.

Fadirubun juga mengatakan, bahwa keberhasilan koperasi bukan dilihat dari jumlah koperasinya namun yang terpenting adalah jumlah unit usaha dalam koperasi tersebut. Jika hal itu dapat dijalankan, maka kesejahteraan hidup anggota koperasi akan meningkat.

Masih terkait hasil identifikas, Fadirubun juga mngatakan, bahwa ditemukan adanya anggota dari koperasi yang bukan berasal dari kalangan UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah). Padahal idealnya, anggota koperasi itu adalah mereka yang memiliki usaha sesuai bidang yang digeluti.

“Ada kesalahan pemahaman, anggota dari koperasi bukan orang-orang pelaku UMKM. Idealnya, koperasi itu terdiri dari pelaku-pelaku usaha. Misalnya, ada usaha pertanian, maka dibuat koperasi pertanian, pelakunya adalah unit usaha yang punya kebun. Atau koperasi usaha kuliner misalkan, terdiri dari pelaku usaha rumah makan, warung, sehingga sulit untuk koperasi iti bisa mati karena semua bekerja.” tambahnya.

Fadirubun menambahkan bahwa dari jumlah keseluruhan koperasi yang terdaftar di Kota Tual, hanya terdapat kurang dari setengahnya yang tergolong aktif. Sementara sisanya termasuk dalam kategori tidak aktif. Berdasarkan hasil identifikasi tersebut, maka kini pihaknya masih tetap berkonsentrasi memberikan sosialisasi dan edukasi dengan harapan dapat merubah pola pikir masyarakat Kota Tual terkait koperasi.

Dan melalui momen Hari Koperasi yang diperingati setiap tanggal 12 Juli, Fadirubun juga menghimbau kepada masyarakat, untuk bijak memanfaatkan koperasi demi membantu peningkatan taraf hidup, terutama dimasa pandemi ini.


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU