Gereja Karunia dibangun tepat di samping gedung Pesparawi di Jln. Langgur-Debut, Langgur, Kei Kecil, Maluku Tenggara, Maluku.
Langgur, suaradamai.com – Gedung Gereja Karunia di Langgur siap dibangun. Pembangunan gereja Protestan itu tepat di samping gedung Pesparawi di Jln. Langgur-Debut, Langgur, Kei Kecil, Maluku Tenggara, Maluku.
Pembangunan Gereja Karunia ditandai dengan acara peletakan batu pertama yang dilaksanakan pada Selasa (10/10/2023).
Acara groundbreaking diawali dengan pemberkatan sekaligus peletakan batu penjuru oleh Ketua BPH Sinode GPM Pdt. E. T. Maspaitella. Bupati Malra M. Thaher Hanubun, Wakil Uskup Wilayah Kei Kecil dan Kota Tual RD. Eko Reyaan, Raja/Rat Yab Faan Patrice Renwarin, Ketua Klasis Pulau-pulau Kei Kecil dan Kota Tual Pdt. Irene Koljaan, dan Ketua Panitia Pembangunan Matheus Teslatu, turut meletakkan batu penjuru.
Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara penyerahan aset tanah dari Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara kepada Jemaat GPM Anugerah. Turut disaksikan oleh Ketua DPRD Malra, Plt. Sekda Malra, Kepala BKAD, Kadis Perkim, Ketua Klasis, dan Ketua Majelis GPM Anugerah.
Dalam kegiatan tersebut, juga hadir Pimpinan dan Anggota DPRD Malra, para pimpinan OPD, Rat Famur Danar Abdul Gani Hanubun, Ketua MUI Malra M. Zein Matdoan, dan jemaat GPM Anugerah Ohoijang.
Dalam sambutannya, Bupati Malra M. Thaher Hanubun menceritakan singkat perjalanan pembangunan gedung gereja tersebut. Pelepasan lahan untuk pembanguanan gereja dilakukan pada 2021 lalu. Pemkab Malra membantu biaya pelepasan lahan sebesar Rp1,2 miliar.
Ketua BPH Sinode GPM Pdt. E. T. Maspaitella menyampaikan terima kasih kepada pemilik lahan, umat Katolik setempat, yang telah memberikan lahan untuk pembangunan. Ia juga menyampaikan terima kasi kepada Pemkab Malra atas bantuan dalam pembangunan gereja tersebut.
Editor: Labes Remetwa
Baca juga:
