GKC Berinisiatif Perkenalkan Kembali Permainan Tradisional

Ketergantungan anak pada gadget menyebabkan permainan tradisional mulai ditinggalkan. Padahal, permainan tradisional diyakini memiliki banyak manfaat seperti sarana sosialisasi, pembangunan karakter hingga manfaat pada aspek kesehatan fisik anak.


Langgur, suaradamai.com – Ketua Komunitas Gerakan Kei Cerdas (GKC) Otiys Jamrewav mengajak masyarakat khususnya generasi muda untuk kembali mempopulerkan permainan tradisional Kei. Permainan tradisional tersebut dinilai dapat meningkatkan sosialisasi pada anak dan menghindari ketergantungan lebih pada gadget.

“Seperti yang kita saksikan saat ini, anak-anak lebih cenderung bermain game online ketimbang bermain permainan tradisonal. Padahal waktu di mana zaman belum ada HP android  dan lain sebagainya itu, anak-anak suka sekali bermain permainan tradisonal,” ujar Jamrewav kepada media ini, Senin (26/08/19).

Sebelumnya, dalam upaya untuk mengembalikan minat anak terhadap permainan tradisional, Komunitas GKC Maluku Tenggara telah melangsungkan sosialisasi sekaligus memperkenalkan kembali permainan tradisional bagi anak-anak di daerah ini.

Aktivitas permainan tradisional oleh Komunitas GKC bersama anak-anak telah direalisasikan di lokasi Vatwahan pada tanggal 16 Agustus 2019 dalam rangka memperingati HUT ke-74 Kemerdekaan RI. Pada saat itu, dimunculkan permainan tradisional seperti ul, engrang, pencuri batu, dan katri.

“Saat menyongsong  ke-74 HUT  RI kemarin, GKC telah melangsungkan kegiatan dengan  tema Memperkenalkan Kembali Permainan Tradisional. Beranjak dari tema tersebut, kami mengusung suatu misi, yaitu Kei kreatif dan Kei berbudaya.Di balik misi itu juga, kami inginkan agar sesuatu yang sudah hilang dapat diangkat kembali,” ungkap Jamrewav.

Menurut Jamrevav, partisipasi dan aktivitas permainan terebut berjalan lancar, walaupun sebelumnya beberapa dari anak yang hadir hanya menonton saja. “Awalnya saya pikir  ade-ade seng tau (tidak tahu) tentang permainan dolo-dolo (permainan dulu-dulu atau permainan tradisional), ternyata dong (mereka/anak−anak) juga tahu permainan yang dimainkan saat itu,” ujarnya.

Ia menambahkan, ada kebanggaan tersendri saat melihat anak-anak SD yang rata-rata adalah kelahiran di atas tahun 2000-an masih memahami dan mau ikut terlibat dalam aktivitas permainan tradisional tersebut.

Pria yang begitu mencintai anak-anak ini menginginkan agar permainan tradisional tak boleh ditinggalkan oleh anak-anak. Orang tua sejak dini harus dapat memperkenalkan dan membiasakan anak-anak untuk bermain permainan tradisional yang ada di daerah ini. Sehingga anak-anak akan cenderung merasa gadget tidak ada artinya dibandingkan dengan permainan tradisional yang tidak kalah menariknya.

“Permainan tradisional dapat dilakukan di mana saja, bahkan di ruang sempit sekalipun. Permainannya pun gampang didapatkan, karena bahan-bahannya telah tersedia oleh alam dan tidak harus repot-repot  mengeluarkan biaya,” paparnya.

 Lebih lanjut, ia katakan, permainan tradisional akan sangat bernilai tinggi untuk kesehatan anak. “Dengan bergerak dan berlari, akan memeperlancar aliran darah, sehingga anak-anak akan lebih energik  dalam melakukan aktivitas, misalnya belajar,” katanya.

Sementara itu, ada juga nilai-nilai sosial yang kemudian lahir di balik memainkan permainan tradisional. Anak dapat bersosialisasi dengan teman sejawat dan dapat memahami pentingnya kerja sama. Selain itu, anak-anak dapat belajar nilai-nilai etika dan moral kejujuran.

“Ini semua memiliki sarat makna akan pendidikan, pembangunan karakter buat anak-anak Kei dalam menghadapi zaman modern ini. Dengan begitu juga mereka akan menjadi sosok pemimpin yang mampu  mempertahankan nilai-nilai budaya Kei,” tandas Jamrewav.

Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Pilih Kampus yang Membawa Anak Anda Lebih Cepat Bekerja

Di tengah persaingan kerja yang semakin kompetitif, keputusan memilih...

Iman yang Hidup dan Komunitas yang Bersatu

Renungan Minggu Paskah II (12 April 2026)Minggu Paskah II...

Muscab PKB Kota Ambon Dibuka, Targetkan Enam Kursi pada Pemilu 2029

Ambon, suaradamai.com - Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa...

34 Pasangan Ikuti Nikah Massal di Jemaat GPKAI Berdomus Tuhiba, Dukcapil Hadir Layani Pencatatan Sipil

Melalui layanan jemput bola di lokasi acara, Dukcapil Teluk...