Hadapi Ancaman Resesi 2023, Sekda Kota Tual Minta Penerima Optimal Manfaatkan Bantuan

Tual, Suaradamai.com, –  Resesi ekonomi global diperkirakan akan datang pada tahun 2023 di tengah situasi ketidakpastian ekonomi yang kian meningkat. Berkaitan dengan itu Sekertaris Daerah Kota Tual  Ahmad Yani Renuat meminta para penerima bantuan untuk terus mengoptimalkan bantuan yang diberikan dengan baik tanpa menyalahgunakan bantuan yang diberikan hal itu disampaikan dalam kegiatan Penyerahan Bantuan Sarana Prasarana Perikanan Tahun Anggaran 2022 yang diselenggarakan oleh Dinas Perikanan Kota Tual. Senin, (7/11/2022).

Bantuan yang diberikan bagi penerima manfaat secara simbolis berupa, paket sarana penangkapan ikan untuk Kelompok Nelayan Ohoi Langgiar Maju, paket bantuan sarana budidaya teripang kepada Kelompok Nam Jaya, paket bantuan budidaya rumput laut pada Kelompok Ohoiel Lestari, paket sarana penunjang keramba jaring apung kepada Kelompok Nam Indah serta paket sarana distribusi hasil perikanan berupa kendaraan roda dua dan kelengkapannya yang di wakili oleh bapak Irfan Renwarin.

Penyerahan paket bantuan sarana prasarana perikanan bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2022.

Sekertaris Daerah Kota Tual Ahmad Yani Renuat, mengatakan Pengembangan usaha perikanan di Kota Tual baik itu perikanan tangkap budidaya hasil perikanan sebagai kegiatan ekonomi kerakyatan melalui penguatan usaha kecil dan menengah bidang periknan sehingga dapat menjadi modal ekonomi dalam menopang pembangunan di Kota Tual

“melalui momentum ini marilah kita mendorong dan menggerakan kembali gerakan usaha perikanan melalui penyerahan bantuan paket sarana prasarana penangkapan ikan, sarana budidaya perikanan rumput laut dan teripang sarana pengolahan dan pemasaran hasil perikanan kepada kelompok nelayan karena hal ini sesungguhnya penting dan bermakna strategis dalam konteks pemberdayaan sebagai upaya pemberantasan kemiskinan serta meningkatan pendapatan dan taraf hidup masyarakat yang baik.” ungkap Sekda.

Menurut Sekda bantuan – bantuan yang diberikan sebelumnya kepada masyarakat banyak disalahgunakan. Beberapa bantuan tersebut diperjualbelikan tanpa sepengetahuan pemerintah. Ia merasa masyarakat sama sekali tidak bisa mengelola dan memanfaatkan bantuan yang diberikan sehingga mengakibatkan kerugian, sasaran yang ingin dicapai tidak terwujud sesuai dengan tujuan dan program pemerintah.

Progress kedepan tahun 2023 akan mengalami resesi ekonomi dunia

“ kita harus dapat memanfaatkan bantuan ini guna mengantisipasi berbagai hal yang mungkin saja kita miliki dalam situasi kehidupan seperti ini, sekali lagi mari kita sadar akan tanggungjawab berbangsa dan bernegara. Kita punya tanggung jawab untuk menyamankan diri sendiri berpikirlah untuk hari kedepannya. Bantuan-bantuan yang diberikan kiranya dapat dimanfaatkan secara optimal tidak boleh dijual belikan”.

Oleh karena itu dalam mengatasi masalah tersebut sekda menginisiasi Dinas Perikanan Kota Tual untuk merumuskan sebuah mekanisme pengendalian tentang pemanfaatan bantuan. Jika dilakukan penjualan terhadap bantuan yang diberikan maka dilaporkan sesegera mugkin.

Aturan semakin ketat apabila bantuan dijual maka penjual akan diberikan sanksi dan sangat mungkin untuk ditarik kembali bantuan tersebut tegas sekda kepada penerima bantuan.

Untuk diketahui sesuai program prioritas Kementrian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia telah mengakmodir Desa Dulah Laut Kecamatan Dulah Utara sebagai kampung nelayan maju dan akan ditetapkan dalam tahun 2023. Disamping itu program prioritas kampung budidaya berbasis kearifan lokal Desa Ohoitel Kecamatan Dulah Utara, Desa Taar Kecamatan Dulah Selatan, dan Desa Tayando Yamtel Kecamatan Tayando Tam telah ditetapkan sebagai kampung budidaya perikanan untuk mendukung komoditas teripang oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan Indonesia pada tahun 2022.


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU