Hanubun Sebut Ada Operasi Pembusukan terhadap Pemda oleh Oknum-oknum Tertentu

Ada operasi bawah tanah yang bertujuan melakukan pembusukan terhadap pemerintah daerah (Pemda) yang dilakukan oleh oknum-oknum politisi partai tertentu.


Langgur, suaradamai.com – Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun menyebut, ada operasi bawah tanah yang bertujuan melakukan pembusukan terhadap pemerintah daerah (Pemda) yang dilakukan oleh oknum-oknum politisi partai tertentu.

Hal tersebut ia sampaikan secara terbuka kepada para camat dan kepala ohoi se-Kabupaten Maluku Tenggara dalam pertemuan di Aula Kantor Bupati, Selasa (5/4/2022).

Bupati menduga operasi itu dilakukan untuk mengganggu proses pembangunan dan merusak citra pemerintah daerah. Sebab, perhelatan Pemilu sudah semakin dekat.

Bupati pun menyebut sejumlah kecamatan-kecamatan yang sudah sudah dan belum dimasuki oleh oknum-oknum tersebut.

“Ini su ada (operasi). Kei Besar sudah ada, Kei Kecil Barat su ada, Hoat Sorbay su ada. (Kei Besar) Utara Timur belum ada, Manyeuw belum,” sebut Bupati.

“Kepala daerah ngomong itu punya data,” tambah Bupati menegaskan ia tidak asal bicara.

Pembusukan yang dilakukan, kata Bupati, terkait dengan pembangunan yang dilakukan oleh Pemkab Malra.

“Pembangungan itu dong (mereka) bilang begini ‘itu uang negara’. Betul, memang uang negara, tapi yamam ban haak ma i? (orangtuamu yang berjuang?)” ucap Bupati.

Untuk itu, ia memerintahkan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) di setiap ohoi untuk mengawasi orang-orang yang demikian.

“Sudah mulai (operasi) sekarang. (Untuk) kepala-kepala ohoi, Linmas sudah harus difungsikan sekarang,” tegas Bupati.

Bupati mengatakan, pada waktunya ia akan membuka oknum-oknum tersebut kepada publik.

Editor: Labes Remetwa


Baca juga:

Bagikan:

Populer

Artikel terkait

Bupati Kaidel Ajak Warga Aru Sukseskan Sensus Ekonomi 2026: Dasar Kebijakan Ekonomi Tepat Sasaran

‎Sensus ini mencakup pendataan seluruh pelaku usaha non-pertanian di...

‎Website Desa, Langkah Besar Kepulauan Aru Maju Mendunia dari Desa

Peluncuran website desa menandai titik awal perubahan besar bagi...

Mengapa Program 10 Juta Pohon Kelapa Layak Diperhitungkan untuk Masa Depan Aru?

‎Lewat program 10 juta pohon kelapa, Kepulauan Aru sedang...

Perdana, Distrik Merdey Tertibkan Pedagang yang Gunakan Rumah Dinas sebagai Tempat Usaha

Kesepakatan sewa lahan dan bangunan dicapai dalam rapat lintas...