Ketua Panitia LGJI 2026, Rudolf Pattiasina, mengatakan antusiasme masyarakat untuk mengikuti kegiatan tersebut cukup tinggi. Sebanyak 114 barisan tercatat sebagai peserta dan terbagi dalam sejumlah kategori.
Ambon, suaradamai.com – Lomba Gerak Jalan Indah Amboina (LGJI) 2026 kembali menyemarakkan Kota Ambon, Sabtu (5/9/2026). Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, LGJI tahun ini menghadirkan kategori baru, yakni etnik budaya Maluku.
Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Gong Perdamaian Dunia Ambon itu diselenggarakan Pengurus AMGPM Daerah Kota Ambon bekerja sama dengan Pemerintah Kota Ambon, sekaligus memperebutkan Trofi dan Piala Wali Kota Ambon.
Lomba secara resmi dibuka Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena melalui pelepasan balon dan peserta.
Ketua Panitia LGJI 2026, Rudolf Pattiasina, mengatakan antusiasme masyarakat untuk mengikuti kegiatan tersebut cukup tinggi. Sebanyak 114 barisan tercatat sebagai peserta dan terbagi dalam sejumlah kategori.
Rinciannya, 30 barisan anak-anak, 14 barisan remaja, 22 barisan dewasa putri, enam barisan dewasa putra, 12 barisan dewasa campuran, serta empat barisan kategori etnik budaya Maluku.
Menurut Pattiasina, kategori etnik budaya Maluku menjadi salah satu pembaruan penting dalam LGJI tahun ini. Kategori tersebut memberikan ruang kepada peserta untuk menampilkan identitas budaya Maluku melalui busana, musik, hingga kreativitas dalam barisan.
“Kehadiran kategori ini bentuk komitmen menjadikan LGJI bukan hanya ajang olahraga dan hiburan, tetapi juga wadah memperkenalkan sekaligus melestarikan budaya Maluku,” ujar Pattiasina.
Para peserta menempuh rute yang dimulai dari Gong Perdamaian, kemudian melewati Jalan Slamet Riyadi, Pattimura, Ahmad Yani, Diponegoro, Air Sengaji, A.Y. Patty, dan berakhir di depan Kantor Pemadam Kebakaran Kota Ambon.
Ketua AMGPM Daerah Kota Ambon, Vembriano Lesnussa, mengatakan LGJI telah menjadi salah satu ikon Kota Ambon sejak era 1980-an.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai sebuah perlombaan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan dan persatuan masyarakat di tengah keberagaman.
“Bukan sekadar perlombaan, tetapi wadah merajut kebersamaan dan persatuan dalam keberagaman masyarakat Kota Ambon,” kata Lesnussa.
LGJI 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-91 Gereja Protestan Maluku (GPM) yang jatuh pada 6 September dan HUT ke-451 Kota Ambon pada 7 September 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena mengingatkan seluruh peserta untuk mengedepankan sportivitas selama mengikuti perlombaan.
“Persaingan tentu ada, tetapi yang kita butuhkan adalah persaingan yang sehat. Junjung tinggi sportivitas, kebersamaan, dan rasa persaudaraan,” pesannya.
Wattimena juga meminta panitia dan dewan juri menjalankan tugas secara objektif dan profesional. Kepada masyarakat, ia mengajak untuk turut menjaga kebersihan lingkungan selama kegiatan berlangsung.
Pelaksanaan LGJI 2026 mendapat dukungan pembiayaan dari Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Pemuda dan Olahraga.
Panitia berharap LGJI dapat terus berkembang dan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan olahraga, kreativitas, persatuan, serta memperkenalkan dan melestarikan kekayaan budaya Maluku.







