Jubir Pasangan SMS-GES: Zainuddin Booy Tidak Memahami Konsep Kai-Wait

Namrole_ Pernyataan mantan ketua DPRD Buru Selatan, Zainuddin Booy soal kai-wait pada saat debat kandidat sangatlah tidak tepat. Konteks kai-wait yang dipahami secara sosiologis itu artinya ade deng kaka, bukan pengertiannya spritual sebagaimana yang disampaikan oleh ZB.

Pernyataan ZB ini berkaitan dengan pertanyaan Ibu Safitri Malik Soulisa sebagai Calon Bupati dari paslon nomor urut 3 soal geostrategi dan geopolitik dalam konteks kai-wait pada sesi tanya jawab berlangsung.

Pertanyaan Ibu Safitri ini dalam kerangka mempertegas makna filosofi dari kai-wait yang harus dikorelasikan dengan konfigurasi pasangan Calon Bupati dan wakil Bupati yang seharusnya diwakili oleh dua komunitas agama yang ada di Buru Selatan.

Keterwakilan dua komunitas ini dalam bentuk konfigurasi pasangan calon sejatinya telah merefleksikan esensi dari pengertian kai-wait itu sendiri.

Menurut saya, penjelasan ZB yang keluar dari makna filosofi kai-wait bisa dibaca sebagai kegagalan dirinya dalam memahami konteks keberagaman masyarakat Buru Selatan yang terbilang heterogen.

Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Ads

Populer

Artikel terkait

Wali Kota Ambon: Natal Sejati Hadirkan Kasih dan Damai, Safari Natal Perkuat Toleransi

Wattimena mengatakan, Safari Natal merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah...

Giliran Indonesia Batasi Akses Medsos bagi Anak Usia 13-16 Tahun Mulai Maret 2026

“Tahun depan bulan Maret sudah mulai bisa kita laksanakan...

Fun Run HUT ke-22 Kepulauan Aru, Djumpa-Sihite Gelorakan Semangat Bangun Aru

Wakil Bupati, Muhammad Djumpa, Kapolres Kepulauan Aru, AKBP Albert...

Empat Isu Strategis Soal Perempuan Asli Papua Jadi Pembahasan Utama dalam Kunker MRPB

Kunker yang berlangsung di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat,...