Kabupaten Maluku Tenggara Termasuk Daerah Locus Stunting

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).


Langgur, suaradamai.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Maluku Tenggara Ahmad Yani Rahawarin, mewakili Bupati, bilang Malra termasuk salah satu daerah Locus Stunting.

Sekda menyampaikan hal tersebut saat membuka kegiatan Advokasi Terpadu Program Nasional Malra yang digelar Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Ambon di Ballroom Grand Villia Langgur pagi tadi, Kamis (25/2/2021).

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Permasalahan gizi ini terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia dan tidak hanya terjadi pada kelompok penduduk miskin tetapi juga pada kelompok kaya.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Sekda, ungkap, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, angka Stunting di Provinsi Maluku berada di angka 31.4% sedikit lebih tinggi dari angka Stunting nasional yaitu 30%.

Provinsi Maluku yang terdiri dari 11 kabupaten/ kota, menurut data Bappeda di tahun 2021, terdapat tujuh kabupaten/kota yang masuk sebagai Locus Stunting.

Kabupaten Maluku Tenggara, lanjut Bupati, masuk sebagai salah satu daerah locus stunting pada tahun 2021, dimana terdiri dari 42 desa di 11 kecamatan dengan angka prevalensi berkisar 21.64% sampai 59.26%.

Untuk itu, Bupati harap, agenda BPOM hari ini, yakni membahas pangan jajanan anak sekolah (PJAS), gerakan keamanan pangan desa (GKPD), dan pasar aman dari bahan berbahaya (PABB) di desa intervensi lokus stunting, dapat terus berjalan dan berkesinambungan. Sehingga dampat yang diharapkan dapat tercapai, yakni penurunan angka stunting.

Bupati juga mengimbau pimpinan OPD, pemerintah ohoi serta seluruh pemangku kepentingan yang hadir untuk bersinergi dan menunjang keberhasilan kegiatan tersebut.

Editor: Labes Remetwa


Bupati harap, agenda BPOM dapat terus berjalan dan berkesinambungan.


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU