Kantor Pertanahan Malra Target 10 Ribu SHAT

Tahun ini, Kantor Pertanahan telah melaksanakan penyuluhan di 3 desa/ohoi di Maluku Tenggara dan Tual.

Langgur, suaradamai.com – Kantor Pertanahan Kabupaten Maluku Tenggara pada tahun 2020 ini, mendapat target Sertifikat Hak Atas Tanah (SHAT) sebanyak 10.450 bidang tanah. Target itu ditetapkan Kementerian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

“Tahun ini, wilayah Maluku Tenggara dan Kota Tual mendapat target 10.450 bidang. Untuk mencapai target dari BPN itu, partisipasi aktif masyarakat setempat sangat dibutuhkan,” ungkap Kepala Kantor BPN Malra Shane F. Tehupeiory kepada awak media ini, usai menggelar peyuluhan PTSL di Desa/Ohoi Langgur, Senin (10/2/20).

Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) merupakan program strategis Kementerian ART/BPN yang telah dilaksanakan sejak tahun 2017. Program tersebut dalam proses pelaksanaannya mengacu pada Peraturan Menteri ATR/BPN RI Nomor 6 Tahun 2018 tentang Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap.

Shane menjelaskan, sasaran dari program ini mencakup semua objek tanah yang belum didaftar dan terpetakan dalam satu wilayah ohoi (desa) atau kelurahan. Tujuannya, guna percepatan pemberian kepastian dan perlindungan hukum serta menjamin hak atas tanah rakyat secara pasti, sederhana, cepat, aman adil, merata dan terbuka secara akuntabel.

Terkait program ini, Shane mengakui, tidak semua desa di Maluku Tenggara dan Kota Tual terakomodir dalam program PTSL tahun 2020. “Hal ini mengingat, belum adanya kesiapan dari desa-desa sebagaimana dimaksud.   Kami sudah surati pemerintah desa dan sementara tunggu tindak lanjut dari pihak desa (ohoi) saja. Artinya, bahwa semua kelangsungan proses PTSL ini perlu ada kesiapan, karena apabila ketika tim turun dan tidak ada kesiapan, pastinya proses akan terkendala,” akuinya.

Pada tahun 2020 ini, pihaknya telah melakukan penyuluhan pada 3 desa, yakni Desa Taar (Kota Tual), Kolser dan Langgur (Kabupaten Malra). Namun, katanya, untuk Desa Kolser belum dapat dilangsungkan, mengingat saat itu masyarakat tidak berada di tempat.

“Kami sudah berkoordinasi kembali dengan Pemerintah Ohoi Kolser, sehingga kami akan kembali untuk melakukan penyuluhan di situ,” sebutnya. (gerryngamel/tarsissarkol)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU