Minggu, Oktober 25, 2020

Kapolres Malra Diminta Jangan Membentuk Opini Publik Terkait Kasus Penganiayaan di Faan

Pihak keluarga menilai pernyataan Kapolres yang dimuat salah satu media online terlalu prematur.


Langgur, suaradamai.com – Pihak keluarga Almarhum Alexander Sangur menanggapi serius pernyataan Kapolres Maluku Tenggara terkait pemberitaan salah satu media online yang menulis dengan judul, “Usai Menganiaya Kakeknya Hingga Meninggal, Pengacara di Kei Dibantai Dua Saudaranya Sendiri”.

“Kami meminta secara tegas kepada Kapolres Maluku Tenggara agar segera mencabut pernyataannya terkait isi pemberitaan yang dimuat media online satumaluku.id,” tulis pihak keluarga dalam rilis yang diterima media ini, Sabtu (9/5/2020).

Pihak keluarga menilai, pernyataan Kapolres Malra dalam isi berita tersebut terlalu prematur dan bahkan terkesan mengarah kepada pembentukan opini publik.

“Harusnya Kapolres lebih menahan diri dan hati-hati dalam mengeluarkan pernyataannya kepada media,” tambah pihak keluarga.

Pasca kejadian yang merenggut empat nyawa tersebut, sampai hari ini pihak Polres Maluku Tenggara masih melakukan penyidikan terhadap tujuh orang yang diduga pelaku pembunuhan.

“Bukankah asas hukum yang kita anut jelas adalah presumption of innocence (praduga tak bersalah)? Tidak ada satu pun kalimat yang kami temukan dalam pernyataan Kapolres kepada media tersebut mengunakan kalimat praduga tak bersalah,”

“Persidangan belum juga digelar, tapi Kapolres terlalu dini menyampaikan pernyataan tersebut, ini yang kami sesalkan,” tandas mereka.

Pihak keluarga meminta kepada Kapolres agar jangan menggiring opini publik bahwa seolah-olah Alexander Sangur yang pertama melakukan tindakan pembunuhan.

“Biarkan penyidik bekerja dengan proesional sesuai fakta yang ada. Semua kita uji di depan pengadilan, di depan hakim yang mulia,”

“Kita sudah memiliki niat yang sama untuk menjaga Kamtibmas di tengah-tengah masyarakat, tapi yang kami sesalkan pernyataan Kapolres ini justru akan memperkeruh suasana. Terhadap kejadian yang menimpa saudara kami, kami dari pihak keluarga akan terus mengawal proses hukum yang sementara berjalan dengan segala potensi yang kami miliki,” pungkas pihak keluarga.

Editor: Labes Remetwa

4 KOMENTAR

  1. Kapolres ini mau main di air keru..Kl GAk mampu ya mundur saja jgn buat pernyataan konyol gitu. Asas praduga Tak bersalah tdk kau Kemukakan malah membangun ooini publik gitu. Kau tdk layak jd pejabat Dan juga perwira polisi

    • saya tidak setuju dengan pernyataan seorang kapolres seperti itu.
      bukanya mau menjatuhkan tetapi seorang kapolres harusnya tidak berhak untuk mengeluarkan kata kata seperti itu, seolah oleh memihak kapada para pelaku

  2. Sesorang dikatakan bersalah apabila kesalahanya dibuktikan dgn kesaksian yg akurat untuk menopang data yg ada…asumsi bersalah atau tdk itu hak setiap orang mengeluarkan opini kita semua berharap berkas mereka cepat P21 maka hakim mevonis kesalahan atau tdk…kapolres berhak beropini sesuai informasi dari anak buahnya..namun kebenaran permasalahan hanya dibuktikan lewat keputusan hakim…kapolres sama dgn teman media mencatat dan mengupdate informasi kepada publik kebenaranya hanya menunggu keputusan hakim…begitu…sesuai hukum kita kontinental bukan anglo saxon..

  3. Kalau kami nuntut balas kepada pihak pembunuh Dan keluarga nya..apakah kami jugs dinyatakan telah membunuh sebelumnya. Says anak Bombay tulen darahku panas juga bila ini Kali ketiga anak negeri kami mati Tak wajar di Kei Kecil. Di manakah kau utk menegakkan keadilan. Apakah jadi polisi karena prestasi atau apa. Jadi pejabat karena prestasi. Jgn kau seenaknya bangun opini publik gitu cerminan Kau tdk berkualitas alias goblok. Salam dari Saya utkmu wahai pejabat negara. Saya hormat jabatan Dan status polisimu tapi bukan pribadimu yg semberono ngomong di media gitu..Saya baca dari tulisan di sini. Satu permintaanku cabut kembali pernyataan itu Dan minta maaf pada keluarga korban Dan kami semua anak negeri Bombay. Kami adalah satu Dan selamanya satu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

ARTIKEL TERPOPULER

Pemkot Tual Pulangkan 254 Pelaku Karantina: Terbanyak Mahasiswa

Wali Kota memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menasihati pelaku karantina yang sebagian besar adalah pelajar mahasiswa.

Tharob: Varietas Bawang Merah Tajuk Lebih Baik dan Cocok di Kei

Bawang merah varietas tajuk yang diproduksi di Kei memiliki ciri yang sama seperti di Nganjuk, Jawa Timur. Langgur, suaradamai.com...

Jalan Trans Pulau Kei Besar Resmi Jadi Proyek Prioritas Nasional

Selamat untuk seluruh masyarakat Maluku Tenggara. Kita tatap Maluku Tenggara yang lebih baik. Langgur/Jakarta, suaradamai.com – Kabar baik bagi...

Kerajinan Tangan Warga Ohoiren Perlu Inovasi

Kerajinan tangan lokal mulai mengalami kemunduran karena tidak ada inovasi. Langgur, suaradamai.com – Industri kreatif seperti kerajinan tangan...

KOMENTAR TERBARU