Kemarau panjang akibat El Nino membuat warga di dua kampung Teluk Bintuni kesulitan air bersih — Pemkab bergerak cepat dengan distribusi gratis dan janji perluasan bantuan ke distrik lain.
Bintuni, suaradamai.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Teluk Bintuni menggratiskan distribusi air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan akibat El Nino 2026.
Bupati Yohanis Manibuy menyampaikan hal itu usai apel penyambutan Satgas Yonif 147/KGJ di Gedung Serba Guna (GSG) Bintuni, Senin (31/8/2026).
Manibuy mengatakan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah menyiapkan tangki air untuk mendistribusikan air bersih ke Kampung Bumi Saniari dan Kampung Korano Jaya di Distrik Manimeri. Kedua kampung itu dilaporkan mengalami kesulitan air akibat kemarau panjang.
“Untuk distribusi air bersih, saya imbau untuk gratis, tidak dipungut biaya apapun,” kata Manibuy.
Ia menyebut telah menegaskan hal itu pula pada kegiatan Maulid Nabi di Kampung Bumi Saniari, agar warga tidak dikenai pungutan dalam bentuk apa pun.
Manibuy menjelaskan, kondisi kekeringan di Teluk Bintuni dipicu oleh musim kemarau yang berkepanjangan sebagai dampak El Nino 2026. Pemkab, kata dia, tengah memetakan distrik lain yang juga mengalami kesulitan air bersih.
“Kami melakukan upaya rapat kemarin dengan beberapa OPD untuk bisa OPD terkait melakukan identifikasi di wilayah dengan menghubungi beberapa kepala distrik setempat,” ujarnya.
Langkah ini diambil agar OPD terkait dapat segera bergerak mengatasi krisis air di lapangan.
Kekeringan di Teluk Bintuni diperkirakan berlangsung hingga Oktober. Sektor pertanian turut terdampak, dengan sejumlah petani mengeluhkan kesulitan air untuk menyiram tanaman.
Menanggapi hal ini, Manibuy meminta para petani yang tanamannya terancam gagal panen akibat kekurangan air untuk menghubungi Satgas maupun Dinas Pertanian setempat.
“Kami akan mencarikan solusi untuk bisa membantu para petani kita,” katanya.
Selain menangani krisis air bersih, Pemkab Teluk Bintuni juga membentuk satuan tugas (satgas) untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berpotensi meningkat seiring musim kemarau panjang.
Manibuy mengimbau warga untuk tidak mengerjakan lahan dengan cara membakar, dan memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi apabila terpaksa menggunakan api.
Sebagai informasi, Pemkab Teluk Bintuni telah menyediakan Pusat Layanan Pengaduan Karhutla di nomor 0813-8680-598.
Editor: Labes Remetwa
Klik DI SINI untuk ikuti VIDEO BERITA dari Kabupaten Teluk Bintuni







