Terpilihnya kembali Alfred menjadi awal bagi penguatan konsolidasi organisasi sekaligus peningkatan pembinaan atlet tenis meja agar mampu bersaing di tingkat nasional.
Ambon, suaradamai.com – Jong Arta Jhon Alfred kembali dipercaya memimpin Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Provinsi Maluku untuk periode kedua. Amanah tersebut diberikan oleh sebelas pengurus kabupaten dan kota dalam Musyawarah Provinsi PTMSI Maluku yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus.
Terpilihnya kembali Alfred menjadi awal bagi penguatan konsolidasi organisasi sekaligus peningkatan pembinaan atlet tenis meja agar mampu bersaing di tingkat nasional.
Dalam sambutannya, Alfred menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus kabupaten dan kota yang kembali memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin PTMSI Maluku.
“Saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada sebelas kabupaten/kota yang telah memberikan kepercayaan dan amanah untuk kembali memimpin PTMSI Provinsi Maluku periode kedua. Kepercayaan ini adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar yang akan saya jalankan dengan penuh dedikasi,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi panitia pelaksana yang telah menyukseskan pelaksanaan Musyawarah Provinsi dan pelantikan pengurus sehingga berlangsung tertib dan demokratis.
Pada periode kepengurusan yang baru, Alfred menegaskan fokus utama PTMSI Maluku adalah memperkuat pembinaan atlet usia dini melalui sistem yang terstruktur, berjenjang, dan berkelanjutan.
Menurutnya, peningkatan prestasi hanya dapat dicapai apabila proses pembinaan dilakukan secara konsisten mulai dari tingkat kabupaten dan kota.
Karena itu, PTMSI Maluku akan memperkuat sinergi dengan seluruh pengurus daerah serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Maluku untuk memperluas jangkauan pembinaan sekaligus meningkatkan kualitas atlet di setiap kelompok usia.
Selain pembinaan sumber daya manusia, Alfred mengatakan pihaknya juga akan membangun komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Maluku maupun pemerintah kabupaten/kota guna mendorong penyediaan sarana dan prasarana olahraga, termasuk pembangunan Gedung Olahraga (GOR) khusus tenis meja.
“Harapan kami, dukungan pemerintah bisa memperkuat infrastruktur olahraga sehingga proses pembinaan berjalan lebih optimal dan berkelanjutan,” katanya.
Ia mengungkapkan, program pembinaan yang telah dijalankan mulai menunjukkan hasil. Saat ini PTMSI Maluku telah membina atlet pada kategori kadet dan junior, bahkan satu atlet kadet asal Maluku telah dipercaya mengikuti Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas).
“Maluku sudah memiliki satu atlet kadet yang dipercaya masuk Pelatnas. Ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan,” ungkapnya.
Ke depan, PTMSI Maluku juga akan memperkuat kepengurusan di sebelas kabupaten dan kota melalui peningkatan kapasitas organisasi serta pelaksanaan pelatihan bagi pelatih dan atlet.
Menurut Alfred, langkah tersebut diharapkan dapat membangun sistem pembinaan yang berkesinambungan dari daerah hingga tingkat provinsi sehingga mampu melahirkan atlet yang siap bersaing pada berbagai kejuaraan nasional.
Ia optimistis kolaborasi antara pengurus, pemerintah daerah, KONI, dan seluruh pemangku kepentingan akan membawa tenis meja Maluku semakin berkembang dan berprestasi.
“Mari kita satukan langkah, hilangkan sekat dan perbedaan, bekerja dengan semangat, dedikasi, dan komitmen penuh untuk memajukan tenis meja Maluku. Target kami bukan sekadar mempertahankan prestasi, tetapi mencetak lebih banyak atlet yang mampu bersinar di tingkat nasional, termasuk mengantarkan Maluku tampil kompetitif di Pra-PON maupun PON,” pungkasnya.
