Kemeriahan Parade Karnaval Budaya Hari Kedua Jelang Peringatan Nen Dit Sakmas

Warga berharap, event kebudayaan (karnaval) dapat terus diadakan di Maluku Tenggara, paling tidak dua kali dalam setahun.


Langgur, suaradamai.com – Parade Karnaval Budaya di Kabupaten Maluku Tenggara menarik perhatian masyarakat di Kepulauan Kei. Rangkaian kegiatan peringatan ke-4 hari ‘Nen Dit Sakmas’ tampil memukau dengan pesona budaya dari sejumlah kecamatan dan desa di Maluku Tenggara.

Ribuan warga dari anak balita hingga lanjut usia pun datang berbondong-bondong. Mereka bahkan terlihat berbanjar sepanjang rute karnaval meski dihantam terik matahari dan hujan gerimis.

“Senang sekali Pak, ada kegiatan seperti ini. Apalagi baru ada lagi event budaya di Malra pasca pandemi Covid-19,” tutur Nurhayati kepada wartawan, Sabtu (3/9/2022).

Ia berharap, event kebudayaan dapat terus diadakan di Maluku Tenggara, paling tidak dua kali dalam setahun. Dengan begitu, kata dia, generasi muda dapat lebih mengenal dan mencintai budaya Kei.

Warga tak sekadar datang menyaksikan, mereka juga terlihat berebut foto selfie, dan mengabadikan aksi aktraktif para peserta karnaval dengan menggunakan ponsel pintarnya. Tak luput warga pun memberi semangat kepada peserta karnaval.

Karnaval Budaya di hari kedua ini terpantau berlangsung meriah. Kemeriahan tampak serupa pada parade hari pertama yang diikuti siswa-siswi SD dan SMP.

Tema yang disuguhkan oleh para peserta hari kedua, terlihat beragam menyesuaikan ciri khas budaya masing-masing wilayah. Seperti penampilan replika Belan Bel Bel Nisyav dan Kepala Kerbau Siuw dari Desa Danar Ternate, Tabob (hewan pusaka Nufit) dari Kecamatan Kei Kecil Barat, hingga bagan ikan puri dari Desa Sathean.

Panitia penyelenggara mencatat, kurang lebih 5 ribu peserta perwakilan dari kalangan pelajar SMA, perguruan tinggi, komunitas sastra hingga kelompok masyarakat desa dan kecamatan di Maluku Tenggara ikut ambil bagian dalam event budaya ini. Ada juga satu perwakilan peserta dari Kota Tual.

Mereka menampilkan kekompakan dalam beragam corak budaya Unik, mulai dari baju adat, seni musik tradisional hingga pertunjukan tarian khas suku Kei. Selain mengenakan baju adat Kei, ada juga peserta yang mengenakan baju adat Tanjmbar dan sejumlah daerah lainnya di Indonesia.

Kelompok peserta Kecamatan Kei Besar Selatan, misalnya, mengenakan baju adat Kei bercorak warna merah dan kuning. Mereka juga menampilkan tarian sawat masal dengan diiringi alat musik tipa gong khas Kei.

Beda lagi dengan kelompok seniman jalanan dari komunitas Bengkel Sastra Nuhu Evav yang menampilkan teatrikal mini perjuangan Nen Dit Sakmas dan Hukum Adat Larvul Ngabal.

Atraksi 13 pemuda-pemudia ini sontak mengundang decak kagum dari warga yang memadati kawasan Gedung Serbaguna Larvul Ngabal. Diketahui, teatrikal ini bakal dipentaskan secara keseluruhan pada acara puncak peringatan Hari Nen Dit Sakmas, pada 7 September 2022.

Karnaval budaya hari kedua dimulai sekira pukul 09.00 WIT. Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun hadir dan membuka langsung kegiatan tersebut, ditandai dengan mengangkat bendera di lintasan start, depan Kantor Camat Kei Kecil.

Para peserta kemudian berararak melintasi rute karnaval dari kawasan Pasar Tradisional Langgur menuju Jalan Jenderal Soedirman dan berakhir di depan Gedung Serbaguna Larvul Ngabal, jalan Soekarno-Hatta Ohoijang.

Editor: Labes Remetwa


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU