Kloter Pertama Tujuan Kabupaten Kepulauan Tanimbar Akhirnya Diberangkatkan

0
1040
Warga Kabupaten Kepulauan Tanimbar diberangkatkan dengan KM. Sabuk Nusantara 34 ke Saumlaki, KKT, dari Pelabuhan Yos Sudarso Tual, Jumat (17/7/2020). Foto/Labes Remetwa

Tempat karantina di KKT terbatas sehingga pemberangkatan dilakukan secara bertahap.


Tual, suaradamai.com – 52 warga Kabupaten Kepulauan Tanimbar – rata-rata adalah petani yang ke Tual untuk urusan pendidikan anak – akhirnya diberangkatkan dengan KM. Sabuk Nusantara 34 ke Saumlaki, KKT, dari Pelabuhan Yos Sudarso Tual, Jumat (17/7/2020).

Sebagian besar dari mereka ikut dalam pelayaran pertama menumpangi KM. Timothy ke Larat, KKT pada (13/5/2020) lalu. Namun mereka ditolak dan disuruh kembali ke Tual lantaran tidak mengantongi izin terima pelaku perjalanan.

Mengurus kepulangan selama dua bulan, kloter pertama dari 94 orang itu akhirnya mendapat rekomendasi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 KKT.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang sudah menerima kepulangan kami. Juga kepada Bapak-bapak dewan (DPRD) KKT, Danlanal KKT dan Tual, Wali Kota Tual Bapak Adam Rahayaan, Kabag Humas Pak Muchsin Ohoiyuf,” ungkap Margareta Kelbulan.

Margareta harap, 42 warga lainnya bisa segera menyusul. “Mereka rata-rata sudah berkebun di Mangon Fiditan, Kota Tual. Untuk makan minum, mereka susah. Mereka terdiri dari Ibu-ibu dan anak balita yang termasuk korban dari Kapal Timothy. Saya harapkan, Bapak-bapak tolong memperhatikan mereka untuk secepatnya kembali (ke KKT), ujar Margareta.

Komandan Lanal Tual yang juga adalah Dansatgas Angkutan Laut GTPP Covid-19 Tual I. G. P. Wisnawa menjelaskan, tempat karantina di KKT terbatas sehingga pemberangkatan dilakukan secara bertahap.

“Kami di sini melaksanakan pengecekan, kami yakinkan rapid testnya supaya kita mengirim orang dari sini, daerah sana pun tidak mengeluhkan,” kata Danlanal memastikan penerapan protokol kesehatan. “Mereka juga kita carikan kapal yang ada ruangan-ruangannya, sehingga sekat-sekat untuk pelaksanaan protokol bisa dilaksanakan,” tambahnya.

Danlanal menambahkan, untuk kloter kedua akan diberangkatkan 14 hari kemudian setelah kloter pertama selesai menjalankan karantina 14 hari. “Penumpang ini (52 orang) juga tergabung dengan penumpang dari Ambon tujuan Saumlaki. Jadi daya tampungnya (tempat karantina) sudah cukup,” jelasnya.

Ditanya terkait kemungkinan ada penambahan penumpang dari Tual tujuan Saumlaki, Danlanal mengatakan pihaknya tetap akan mendata untuk ditindaklanjuti.

Editor: Labes Remetwa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here