Kur Selatan, Lumbung Pangan Kota Tual yang Masih Terbelakang

Penulis: Asri Sirvev (Ketua Himpunan Mahasiswa Kur Selatan)


Kur Selatan merupakan salah satu wilayah yang bergabung dengan Kota Tual ketika dimekarkan dari Kabupaten Maluku Tenggara. Perjalanan panjang Kecamatan Kur Selatan terkesan hanya sebagai pelengkap administrasi pembentukan daerah baru.

Tujuan pemekaran suatu daerah adalah untuk menjawab ketertinggalan daerah itu sendiri dalam segala hal, contohnya pemerataan pembangunan infrastruktur dan lain-lain.

Dalam hal ini, sudah tiga periode pergantian kepemimpinan pemerintahan Kota Tual, tetapi Kecamatan Kur Selatan ketertingalan dari semua sisi, baik jalan sebagai jantung pembangunan, jembatan sebagai salah satu percepatan taransportasi laut, sebagai sarana pertumbuhan ekonomi, serta jaringan telekomunikasi untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan ASN yang kerapkali meninggalkan tempat tugas dengan alasan pengiriman data secara online, belum sama sekali dinikmati masyarakat Kecamatan Kur Selatan.

Pemerintah Kota Tual sudah mengetahui potensi sumber daya alam di Kur Selatan, mulai dari cengkeh, pala, kenari, ikan, kelapa dan lain-lain. Namun Pemkot Tual sengaja membiarkan Kur Selatan berada dalam ketertingalan dan keterbelakangan.

Padahal potensi di atas tidak ada di empat kecamatan lain yang tergabung di Pemda Kota Tual. Kalaupun ada, Kecamatan Kur Selatan masih lebih unggul.

Kur di periode pertama pemerintahan, ditetapkan sebagai lumbung pangan Kota Tual, dan itu hanya sebuah janji yang tidak pernah terealisasi.

Bahkan sampai saat ini, hasil alam yang diolah masyarakat Kur Selatan harus dijual ke Seram Bagian Timur (SBT).

Sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Kecamatan Kur Selatan (Himakursel) perlu saya sampaikan kepada semua pemuda, pelajar, dan masarakat Kur Selatan, mari kita akhiri semua drama ini.

Masyarakat Kur Selatan juga bagian dari Kota Tual, punya hak yang sama dalam mendapatkan pemerataan pembangunan, sama seperti empat kecamatan lain.

*Opini ini merupakan tanggungjawab penulis seperti tertera, bukan merupakan tanggungjawab redaksi Suaradamai.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU