Laka Laut, Pria 33 Tahun Meninggal Saat Menjaring

Lagi-lagi terjadi kecelakaan (Laka) laut di Kepulauan Kei.


Elat (Uwat), suaradamai.com – Lagi-lagi terjadi kecelakaan (Laka) laut di Kepulauan Kei. Alberikus Welerubun (33) meninggal saat ikut menjaring bersama 10 temannya di pesisir Pantai Ohoi Ngurwalek Kecamatan Kei Besar Utara Barat (Kuba), Jumat 19 Juni 2020.

Demikian disampaikan Polsek Kei Besar dalam laporannya kepada Kapolres Maluku Tenggara di Tual.

Sebelum Erik (korban) meninggal, Ia bersama 10 orang rekannya menggunakan 1 unit speed boat bermesin 40 Pk dengan tujuan menjaring ikan di laut pesisir pantai Ohoi Ngurwalek, bagian selatan Uwat.

Korban bersama rekan-rekannya setelah tiba di lokasi tujuan dan menebarkan jaring ke laut, masing-masing melompat ke laut dengan jarak antar satu dengan yang lain kurang lebih 25 meter. Mereka kemudian berenang  sambil memegang tali jaring tersebut.

Rekan-rekan korban tidak memperhatikan apa yang sedang terjadi pada diri korban karena semuanya fokus pada kegiatan menjaring. Kurang lebih satu jam kemudian jaring tersebut ditarik ke dalam speed boat dan merekapun siap pulang ke darat. Tiba-tiba Marius Welerubun (salah satu rekan korban) menyadari kurang satu orang.

“Jangan sampai dingin la (korban) sudah pigi di darat,” tutur Frans Welerubun yang juga ikut menjaring, dalam laporan Polsek Kei Besar.

Tiba di kampung Uwat, mereka (rekan-rekan korban-red) mengecek ke rumah korban tapi tidak ketemu. Merekapun mulai gelisah. Bersama keluarga korban, mereka kembali menuju ke TKP.

Naas, korban ditemukan di dasar laut kedalaman 1 meter dengan posisi telungkup dan tidak bernyawa lagi. Korban  diangkat dan dibawa ke Ohoi Uwat.

Setelah mendapat laporan dari Penjabat Kepala Ohoi Uwat Josep Welerubun, Polsek Kei Besar di bawah pimpinan Kapolsek AKP Stan Kasihiuw bersama sejumlah anggota langsung menuju ke TKP. Setelah meminta keterangan dari para saksi dan hasil olahan di TKP, tidak ditemukan  hal-hal mencurigakan yang  menyebabkan kematian korban.

Istri korban Sisilia Masreng bersama orang tua korban mengatakan iklas menerima musibah  tersebut, karena kematian suaminya adalah murni kecelakaan.

Editor: Labes Remetwa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU