Maluku Tenggara Dapat Penghargaan dari Kemendagri atas Keberhasilan Menurunkan Angka Stunting

Pemerintah Pusat melalui Ditjen Bina Pembangunan Daerah (Bangda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), mengakui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Maluku Tenggara atas kerja keras sehingga dapat menurunkan angka prevalensi stunting.


Bali, suaradamai.com – Pemerintah Pusat melalui Ditjen Bina Pembangunan Daerah (Bangda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), memberikan penghargaan kepada Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), atas prestasinya sebagai juara terbaik pertama penilaian 8 aksi kinerja konvergensi percepatan penurunan stunting di tingkat Provinsi Maluku.

Penghargaan diterima oleh Koordinator Bidang Data, Monev, dan Knowledge Management TPPS Malra Yosep Dumatubun, di Bali, Selasa (30/8/2022).

Sebagai juara pertama di Provinsi Maluku, Kabupaten Maluku Tenggara sudah menerima penghargaan dari Pemprov setempat beberapa waktu lalu. Atas prestasi yang sama, Malra juga diakui secara nasional, sebagai salah satu kabupaten terbaik di wilayah regional 2.

Wilayah regional 2 ini mencakup kabupaten/kota yang tersebar di 17 provinsi di Indonesia.

Kepada Suaradamai.com melalui telepon, Rabu (31/8/2022), Dumatubun menjelaskan setidaknya ada dua indikator utama yang dinilai dalam menentukan daerah terbaik, yaitu terkait kepatuhan melaksanakan 8 aksi konvergensi stunting dan penyajian data.

Adapun 8 aksi konvergensi stunting tersebut meliputi rencana kegiatan penanggung jawab Bappelitbangda, rembuk stunting, peraturan peran desa, pembinaan KPM dan pembentukan KPM di tingkat desa, sistem manajemen data, pengukuran dan publikasi secara rutin dan review kinerja tahunan.

Sementara terkait penyajian data, Dumatubun menambahkan, capaian penginputan data Elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) yang dilakukan oleh TPPS Malra berada di atas 88 persen. Artinya, penyajian data dianggap valid.

“Karena jumlah total anak yang dipantau (oleh TPPS Malra) melampaui 80 persen. Sedangkan daerah lain rata-rata di bawah 50 persen,” kata Dumatubun menjelaskan total anak yang dipantau oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Malra.

Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappelitbanda Malra itu berharap, lewat prestasi ini Maluku Tenggara bisa mendapat tambahan dana untuk penanganan stunting.

Dumatubun mengatakan, semua stakeholder yang terlibat dalam percepatan penurunan stunting di Malra berkomitmen untuk terus mempertahankan prestasi ini.

“Saya kira dari kepala desa, camat, Tim Pengerak PKK, OPD-OPD teknis, pendamping desa, kader posyandu dan puskesmas, saya kira semua ada dalam pemahaman yang sama,” kata Dumatubun menyebut komitmen TPPS Malra.

Untuk diketahui, Maluku Tenggara juga meraih penghargaan yang sama di tingkat Provinsi Maluku selama dua tahun berturut-turut, 2020 dan 2021.

Editor: Labes Remetwa


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU