Masa Karantina 351 PP yang Dikarantina Terpusat di Tual Berakhir Bulan Ini

Pemkot Tual masih kesulitan mendapat tempat karantina terpusat.


Tual, suaradamai.com  – Tercatat sekira 1.299 pelaku perjalanan menggunakan kapal laut tiba di Kota Tual sejak (31/3/2020) sampai hari ini, Selasa (21/4/2020).

Dari jumlah tersebut, sebagian besar atau 795 pelaku perjalanan melakukan karantina mandiri di rumah. Sedangkan 504 lainnya dikarantina secara terpusat.

153 orang di tempat karantina terpusat sudah dipulangkan pada (12/4/2020) lalu. Sementara 351 masih dikarantina sampai 22, 25, dan 27 April 2020.

Dengan demikian, masa karantina pelaku perjalanan yang menggunakan kapal laut – yang dikarantina secara terpusat maupun mandiri – akan berkahir dalam bulan ini.

Selanjutnya tujuh lokasi karantina terpusat kosong. Lokasi tersebut di antaranya SD N 7 Tual, Gedung LPTQ, SD N Fiditan, SMK N 1 Tual, SD Inpres Ohoitel, SMP N Ohoitahit, dan SD Inpres Taar.

Disinggung terkait pemanfaatan lanjutan tempat karantina tersebut bagi pelaku perjalanan yang turun di Bandara Karel Sadsuitubun Langgur, Juru Bicara Gugus Tugas (Gustu) Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tual Muchsin Ohoiyuf mengatakan bahwa hal tersebut akan dikoordinasi lanjut dengan Wali Kota Tual yang juga selaku Ketua Gustu.

“Nanti kita lihat trend perkembangan pelaku perjalanan yang turun di Bandara, baru kita koordinasikan dengan Pak Ketua (Wali Kota Tual),” kata Chen, sapaan Muchsin.

Chen menambahkan, saat ini Gustu Covid-19 Tual fokus pada pengawasan pelaku karantina dan memperketat penanganan pelaku perjalanan yang turun di Bandara. Ia menambahkan, tim Gustu masih memberi ruang untuk melakukan karantina mandiri di rumah.

Sebelumnya, Ketua Gugus Tugas (Gustu) Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tual Adam Rahayaan mengatakan pihaknya kesulitan mendapat tempat karantina terpusat di Kota Tual. Hal ini dikarenakan kurangnya kerja sama masyarakat. Ada penolakan.

“Sekarang kita kesulitan tempat karantina terpusat. Terbatas. Kita turun di sekolah-sekolah, komplain dari masyarakat. Dong (mereka) tidak mau. Terus tarunya di mana?” ujar Adam diwawancarai usai menerima bantuan CSR dari BRI Cabang Tual di Gedung LPTQ Dumar, Jumat (17/4/2020).

Untuk diketahui, salah satu lokasi yang mendapat penolakan dari warga adalah Pesantren Al-Ikhlas Tamedan.

Editor: Labes Remetwa


Sebagian besar pelaku perjalanan melalukan karantina mandiri di rumah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU