Mengenal Sisi Lain Petrus Fatlolon, Bupati Kepulauan Tanimbar

Ikuti suaradamai.com di

Petrus Fatlolon, Bupati humanis.


Ditulis oleh Chintia Samangun.

Memiliki harta kekayaan berlimpah, ditambah lagi punya kekuasaan besar terkadang membuat orang lupa diri. Orang seperti ini terkadang tidak lagi menghargai orang lain bahkan berbuat semena-mena.

Namun, perilaku seperti itu tidak terlihat dari sosok Petrus Fatlolon, SH, MH.

Pria kelahiran 16 Agustus 1967, di Desa Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur ini, memiliki pribadi sangat humanis.

Lantas siapkah sebenarnya sosok Petrus Fatlolon?

Dia adalah seorang pejabat daerah di Provinsi Maluku, tepatnya sebagai Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar (Dulu Kabupaten Maluku Tenggara Barat, MTB), Provinsi Maluku Periode 2017-2022.

Sejak menjabat tahun 2017 sebagai Bupati di daerah berjuluk ‘Bumi Duan Lolat’  hingga masuk tahun ketiga (2020) pemerintahannya, Petrus Fatlolon dinilai oleh masyarakatnya sebagai sosok Bupati yang sangat santun.

Kepribadian sederhana dan bersahaja terlihat dari interaksi kesehariannya. Namun siapa sangka, sebelum menjadi Bupati, Pak Pit – sapaan akrab Petrus Fatlolon – sudah memiliki perjalanan karir yang menjanjikan dengan harta kekayaan melimpah.

Pak Pit sejak usia muda berpengalaman menangani proyek di bidang minyak dan gas. Karena itu, pemimpin berkarisma ini, sudah memiliki strategi untuk menyiapkan daerah yang dipimpinnya menyambut beroperasinya Proyek Nasional Blok Masela.

Adapun sejumlah jabatan di bidang perminyakan yang ditangani diantaranya menjadi Administrator pada Kontraktor MIGAS di Bula Tahun 1998, Materialman pada Kontraktor MIGAS Tahun 1999, Play Master pada Kontraktor MIGAS Tahun 1990 – 1992, Project Administrator – Paranada Tahun 1993, Asst Coordinator pada Kontraktor MIGAS Tahun 1994, Project Coordinator Control MIGAS Tahun 1995, Senior Representatice Canadian Petrolium Tahun 1996, Project Manager Kontraktor MIGAS Tahun 2000, GS Manager Kontraktor MIGAS Tahun 2001, Penanggung jawab Project International Seismic Survey MIGAS di Negara Brunei Darusalam Tahun 2007 – 2008.

Selain berpengalaman pada sejumlah perusahan yang bergerak dalam bidang perminyakan, Petrus Fatlolon juga menjadi Dosen Pengajar pada Universitas Muhamadiyah Sorong tahun 2013, Dosen Pengajar pada Universitas Victoria Sorong tahun 2014, Pimpinan DPRD Kota Sorong, Papua Barat tahun 2009 – 2014, Pimpinan DPRD Kota Sorong, Papua Barat tahun 2014 – 2017.

Latar belakang karier yang menjanjikan tersebut mengantarkan Pak Pit memilih untuk kembali mengabdi di daerah yang dicintainya, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Pria yang memiliki lima anak ini, kesehariannya sangat bersahaja. Padahal kalau mau di bilang, Pak Piet memiliki harta kekayaan yang tidak akan habis hingga tujuh generasi.

Namun karena besar kecintaannya untuk negeri yang kaya akan budaya dan adat istiadat ini, maka dirinya bersedia mengabdi untuk Negeri dan masyarakatnya.

“Pak Bupati itu memiliki kepribadian humanis, tegas dan cerdas, serta sangat santun dan mumpuni. Beliau itu tidak pernah menyimpan dendam kepada siapapun, meski secara terang-terangan kita melakukan kesalahan. Selalu ada kesempatan bagi tiap orang, itulah hal yang selalu beliau katakan tiap kali ada yang menyakiti beliau,” ungkap salah satu staf yang kesehariannya bekerja di ruang utama Kantor Bupati KKT.

Menurut penuturan sejumlah stafnya, Petrus Fatlolon, sering membagikan makan siang, yang telah disiapkan istrinya Joice Fatlolon/Pentury, kepada para staf.

Ada sisi lain dari Pak Piet ini yang tidak diketahui orang banyak. Sering kali, secara diam-diam Petrus Fatlolon membantu staf dan pegawainya yang lagi kesusahan. Bahkan dirinya tak segan-segan melunasi hutang atau kredit milik pegawainya. (chintiasamangun/tarsissarkol)

Ikuti suaradamai.com di

Ronald Tethool

Sosok inspiratif yang berhasil memajukan pariwisata Ngurbloat, Kepulauan Kei, Maluku.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU