“Kalau masyarakat dibiarkan tanpa arah, sopi bisa menjadi ancaman. Tapi kalau diarahkan, bisa menjadi produk legal yang membawa manfaat ekonomi,” jelasnya.
Ambon, suaradamai.com – Sopi, minuman keras tradisional yang telah menjadi bagian dari budaya di Maluku, belakangan ini menjadi sorotan karena dampaknya terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Ambon. Pemusnahan 5.000 liter sopi oleh Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79 menjadi momentum penting untuk membahas lebih lanjut tentang penanganan sopi di Ambon.
Dampak Sopi terhadap Kamtibmas
Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menegaskan bahwa sopi selama ini menjadi salah satu faktor utama yang memicu gangguan kamtibmas di wilayah Kota Ambon. “Pemerintah terus mengikuti perkembangan kamtibmas. Salah satu penyebab utama kekerasan dan kriminalitas adalah konsumsi sopi yang tidak terkontrol,” kata Wattimena.
Upaya Penanganan yang Lebih Terarah
Wattimena menilai penanganan terhadap sopi tidak bisa hanya dilakukan dengan pendekatan represif seperti razia dan pemusnahan. Ia mengusulkan agar produksi sopi di Maluku bisa diatur dan dibina secara legal agar tidak menjadi pemicu kriminalitas, melainkan potensi ekonomi yang terarah. “Kita tidak bisa terus-terusan hanya memusnahkan. Perlu jalan keluar yang bisa mengubah sopi dari ancaman menjadi peluang ekonomi,” ujar Wattimena.
Regulasi dan Pembinaan Bagi Pembuat Sopi
Menurutnya, Pemkot Ambon bersama pemangku kepentingan lainnya perlu mulai merancang regulasi yang jelas dan sistem pembinaan bagi para pembuat sopi, mengingat sebagian masyarakat menggantungkan hidup dari aktivitas tersebut. “Kalau masyarakat dibiarkan tanpa arah, sopi bisa menjadi ancaman. Tapi kalau diarahkan, bisa menjadi produk legal yang membawa manfaat ekonomi,” jelasnya.
Sinergi dan Komitmen
Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, AKBP Dr. Yoga Putra Prima Setya, menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak dalam penyelenggaraan kegiatan Hari Bhayangkara ke-79, termasuk dalam agenda pemusnahan miras hasil operasi. “Terima kasih kepada Bapak Wali Kota, Dandim, masyarakat, dan rekan-rekan TNI-Polri atas lancarnya upacara. Sesuai tema, Polri untuk masyarakat, kami berharap ke depan sinergi ini bisa terus ditingkatkan,” kata Yoga. Ia juga menegaskan komitmen kepolisian untuk terus aktif, adaptif, dan berdedikasi dalam menjaga keamanan di wilayah Kota Ambon bersama seluruh elemen masyarakat dan TNI.





