Molo Sabuang untuk Karawai-Dosinamalu disaksikan Bupati Kaidel dan Masyarakat Aru

Bupati Kaidel mengembalikan keputusan adat ini kepada Dewan Adat Ursia Urlima untuk berkeputusan terkait permasalahan kedua desa sesuai adat orang Aru.


Dobo, suaradamai.com – Prosesi adat Molo Sabuang antara Desa Karawai dan Dosinamalu berlangsung khidmat dan penuh kesakralan di Pelabuhan Rakyat Dobo, Rabu (14/1/2026) siang.

Molo Sabuang yang disaksikan ratusan warga ini bertujuan untuk mencari kebenaran terkait tapal batas wilayah laut kedua desa di Kecamatan Aru Tengah Timur itu.

Prosesi adat yang dipimpin dewan adat Aru ini tetap berlangsung meski tanpa kehadiran Desa Dosinamalau.

Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel hadiri langsung prosesi adat ini bersama Forkopimda.

Ia mengembalikan keputusan adat ini kepada Dewan Adat Ursia Urlima untuk berkeputusan terkait permasalahan kedua desa sesuai adat orang Aru.

Ketua Dewan Adat Aru (DAA), Tonci Galanggonga menyampaikan bahwa tradisi ini  untuk mencari kebenaran serta memperkuat ikatan persaudaraan antar kedua desa.

Sebagai informasi, Molo Sabuang merupakan tradisi dengan nilai-nilai kebersamaan, kesejahteraan, dan merupakan tanda adat yang sakral. Prosesi ini menggunakan kayu tongki makan (makanan asli leluhur Aru) sebagai simbol kebersamaan dan persatuan.

Bagikan:

Populer

Artikel terkait

Forapelo Apresiasi Kepala Bappelitbangda, Pastikan Bakal Kawal Dana Otsus di OPD

Siprianus memastikan, Forapelo bakal membantu pemerintah daerah untuk memastikan...

Inflasi Melejit, TPID Kota Tual Siapkan Langkah Kongkret Turunkan Harga Komoditas

Guna menurunkan angka inflasi 7,9, Tim Pengendali Inflasi Daerah...

Lewerissa Tegaskan Konsolidasi Dini dan Dukungan Penuh Jalannya Pemerintahan

Ambon, suaradamai.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra...

Aksi Nyata Pemkab Aru Tangani Sampah Secara Serius dan Terintegrasi, Apalagi Disorot Presiden

Apalagi, Presiden Prabowo Subianto baru saja memberikan atensi khusus...