Mudahkan Pelayanan Masyarakat, Disdukcapil Malra Turun Ohoi

Dahlan berharap, masyarakat bisa puas dan bahagia saat mengurus keperluan mereka pada dinas dukcapil.


Langgur, suaradamai.com –Sejak Tahun 2019 Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) memberikan pelayanan cepat dan memuaskan bagi masyarakat.

Kepala Disdukcapil Malra, Dahlan Tamher menjelaskan, Perubahan yang terjadi tidaklah terlalu banyak, hanya sebatas peningkatan mutu pelayanan. Disduk capil saat ini menerapkan Moto : 1 jam melayani, 1 jam memiliki.

Perubahan moto dinas  tersebut disesuaikan atas keinginan atau visi misi pemerintah daerah.

Saat ini, masyarakat Malra dalam mengurus perekaman KTP, Kartu keluarga (KK), akta kelahiran maupun dokumen lainnya dapat dilayani dan diproses dengan cepat. program dinas ini bermaksud memberikan pelayanan langsung ke tiap ohoi sehingga masyarakat tidak perlu antri di kantor Disdukcapil.

“Biaya KTP gratis, Tapi Biaya transportasi mahal atau Memakan waktu lama itu sama saja, jadi kami didorong untuk profesional, mengikuti prosedural tetapi hsrus memuaskan masyarakat,” jelas dia, Rabu (7/4/2021).

Menurut Dahlan, dengan akses jaringan komunikasi (internet) saat ini yang lancar membantu disduk capil untuk melakukan pelayanan langsung dengan turun langsung ke Ohoi-Ohoi melakukan pendataan dan membuat dokumen kependudukan.

“Sarana-prasarana dan SDM membantu Dinas melakukan pelayanan di masyarakat. 72% di kei besar dan 96% di kei kecil untuk akses internet membantu dalam pelayanan, Pelayanan secara online  yang saat ini masih terbatas kei besar pesisir utara-timur dan utara-barat,” ungkap dia.

Pelayanan ke ohoi

Menurut dahlan, Bupati Malra Muhammad Thaher Hanubun telah menginstruksikan untuk melakukan pelayanan langsung pada masyarakat.  Pada tahun 2019 Disduk capil membangun kios pelayanan di pasar langgur untuk masyarakat dapat melakukan pengurusan dokumen.

Ditahun yang sama, bupati instruksikan disduk capil mendelegasikan kewenangannya  untuk kecamatan bisa melakukan pelayanan dokumen, maka pihaknya melakukan uji petik terhadap seluruh jaringan komunikasi data dan menemukan bahwa hanya Elaat yang bisa melakukan pelayanan di kei besar.

Tahun 2020, bupati melihat bahwa pelayanan belum maju sehingga  ia memberikan satu buah mobil kepada disdukcapil untuk melakukan pelayanan dokumen khususnya di kei besar.

“Untuk membuka dan menjawab visi misi bupati dan wakil bupati, Disduk capil memberikan delegasi kewenangan untuk ohoi wab, ohoi Lo’on, Ohoi Ohoider Tom ditambah Kecamatan Kei kecil Timur untuk mengurus dokumen kependudukan,” Ucap Dahlan.

Dahlan berharap masyarakat bisa puas dan bahagia saat mengurus keperluan mereka pada dinas dukcapil.

Ditahun 2021 Dinas menargetkan 100% penduduk yang berumur 0-18 tahun harus memiliki akta kelahiran dan memiliki kartu identitas anak (KIA). Untuk mencapai target tersebut, pihaknya telah melakukan pendataan di setiap ohoi lebih khususnya di kei besar.

Editor: Petter Letsoin


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU