Pelantikan TP-PKK Langgur: Camat Rettob Minta Hidupkan Kembali Kebun Dasawisma

Kebun dasawisma adalah kebun yang dibikin oleh kelompok dasawisma. Kelompok ibu-ibu ini biasanya memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam buah, sayur, hingga obat-obatan tradisional.


Langgur, suaradamai.com – Camat Kei Kecil Korneles Rettob meminta Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Ohoi/Desa Langgur dr. Evita Goretti Simarmata Dumatubun untuk menghidupkan kembali kebun dasawisma.

Kebun dasawisma adalah kebun yang dibikin oleh kelompok dasawisma. Kelompok ibu-ibu ini biasanya memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam buah, sayur, hingga obat-obatan tradisional.

“Kebun dasawisma agar digiatkan kembali karena Ohoi Langgur ini pusat ibukota. Jadi semua yang terjadi di sini akan menjadi contoh,” ungkap Rettob dalam sambutannya pada acara pelantikan Ketua TP-PKK Ohoi Langgur, Rabu (11/1/2023).

Bagi Rettob, perkembangan yang terjadi di Ohoi Langgur, baik atau buruk, sangat berdampak bagi ohoi-ohoi lain di Kabupaten Maluku Tenggara (Malra).

Untuk itu, ia berharap, TP-PKK Ohoi Langgur yang memiliki sekitar 71 dasawisma dapat menjadi contoh, dalam menggerakkan pembentukan kebun dasawisma di Kabupaten Maluku Tenggara.

Harapan Rettob sejalan dengan imbauan Bupati Malra M. Thaher Hanubun. Baru-baru ini, Bupati mengimbau kepada semua ohoi untuk membuat “Ve’e Kes Yang” atau kebun perbekalan.

Hal tersebut dimaksudkan untuk mempersiapkan warganya menghadapi ancaman krisis pangan di tahun-tahun kedepan.

Untuk diketahui, pada kesempatan pelantikan itu, Ketua TP-PKK Kabupaten Maluku Tenggara Eva Eliya Hanubun juga menyerahkan dua karton bibit bagi Ketua TP-PKK Ohoi Langgur.

Stunting di Langgur

Camat Rettob juga berharap, dengan terbentuknya TP-PKK Ohoi Langgur, dapat membantu pemerintah menekan angka prevalensi stunting.

Rettob menyebutkan, target pemerintah secara nasional adalah menurunkan angka stunting hingga 14 persen pada 2024.

Khusus untuk Malra, prevalensi stunting dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan. Pada tahun 2022 sudah mencapai 17,79 persen.

“Kembali ke penanganan stunting di Langgur, jumlah balita stunting per bulan Desember sebanyak 73 bayi,” ungkap Rettob berharap TP-PKK Ohoi Langgur turut membantu menekan angka stunting di pusat kota hingga zero stunting.

Editor: Labes Remetwa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU