Pemerintah Bakal Impor 500 Ribu Ton Gula

Panen gula di Indonesia akan dilakukan pada bulan Mei. Juni produksi.


Tual, suaradamai.com – Ketersediaan gula pasir mulai berkurang. Akibatnya, harga gula pasir melonjak di beberapa daerah. Biasanya gula pasir dijual sekitar Rp 14.000 – Rp 16.000 per kilogram, namun kini menjadi Rp 18.000  bahkan mencapai Rp 20.000 per kilogram.

Mengantisipasi ketersediaan komoditas itu menjelang Bulan Ramadhan 1141 Hijriah dan hari raya Idul Fitri tahun ini, Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Perindustrian dan Perdagangan RI berencana mengimpor 500 ribu ton gula mentah dari luar negeri.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tual Darnawati Amir saat dihubungi wartawan melalui telepon seluler, Kamis (26/3/20) menyebutkan saat ini harga gula di pasaran mengalami peningkatan disebabkan karena pabrik tebu belum panen.

“Saat ini pabrik gula belum panen. Panen tebu itu akan dilakukan pada bulan Mei dan sekitar bulan Juni kita lakukan produksi. Kemungkinan pada bulan Juni itu produksi gula akan sedikit membanjir di pasaran,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan cadangan-cadangan gula yang ada saat ini beredar berasal dari Jawa dan Sumatera.

“Gula yang beredar saat ini adalah cadangan-cadangan pabrik yang berada di pulau Jawa dan Sumatera karena memang belinya di pabrik itu sudah mahal,”

Menurutnya, dalam ilmu ekonomi, ketika kebutuhan meningkat dan suplainya terbatas maka tentunya harganya kebutuhan akan meningkat. Karena itu, pemerintah akan mengimpor 500 ribu ton gula dari luar negeri untuk mengantisipasi kebutuhan selama Bulan Ramadhan dan Idul Fitri.

“Akan diimpor gula kristal mentah kemudian diolah di dalam negeri untuk menjadi gula kristal putih,” terangnya.

Ia memperkirakan pada penghunjung April mendatang, sudah beredar produksi gula sehingga sudah siap dilempar ke pasaran.

“Sekitar bulan April itu produksinya sudah ada namun seandainya dipercepat akan lebih baik lagi,” imbuhnya.

Ia menambahkan, sesuai hasil kordinasi ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku, sudah terdapat beberapa pabrik yang telah mendapat izin untuk melakukan produksi gula kristal mentah.

“Sehingga diperkirakan kalau produksinya saat sekarang ini maka paling cepat akhir Maret sudah dilempar ke pasar,” tutupnya. 

Reporter: Daniel Mituduan/ Penulis: Daniel Mituduan/ Editor: Tarsis Sarkol

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU