Pemimpin yang Benar dan Adil

Renungan 14 Juni 2020


1Raja-Raja 2:3

Lakukanlah kewajibanmu dengan setia terhadap Tuhan, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya, dan dengan tetap mengikuti segala ketetapan, perintah, peraturan dan ketentuan-Nya, seperti yang tertulis dalam hukum musa, supaya engkau beruntung dalam segala yang kau lakukan dan dalam segala yang kau tuju.

Pesan terakhir dari seseorang yang akan segera meninggal dunia biasanya sangat penting. Pesan itu bisa keluar dari hasil refleksi diri selama menjalani hidup. Maka nasihat yang keluar berguna untuk mereka yang dipercaya meneruskan tugasnya.

Salomo beruntung memiliki ayah yang sudah sangat banyak makan asam garam kehidupan. Pesan terakhir Daud untuk Salomo merupakan pesan yang sangat berharga agar janji Allah kepada Daud dan keturunannya tetap dapat dinikmati Salomo, demi pengabdiannya kepada umat yang Tuhan percayakan kepadanya (4).

Bagian pertama pesan Daud mengingatkan kita akan pesan Tuhan kepada Yosua ketika ia mengambil alih kepemimpinan Musa (3; Yos. 1:7-8). Dengan demikian jelas sekali Daud memahami tugas seorang raja, yaitu menggembalakan umat dengan berpedoman Taurat.

Pesan berikut menyangkut penegakan keadilan dan ketertiban di antara para pejabat negara. Maka orang seperti Yoab, yang pernah menyalahgunakan jabatannya untuk melampiaskan dendam pribadinya (27, 20:10) harus mendapatkan hukuman yang setimpal (5-6). Demikian juga Simei, yang dahulu mengutuki Daud (lihat 2Sam. 16:5-13; 19:21) patut mendapatkan hukumannya (8-9). Sebaliknya orang-orang yang berjasa buat raja, buat negara, dan buat rakyat harus mendapatkan penghargaan yang selaras pula (7; lihat 2Sam. 17:27-29; lihat juga 2Sam. 19:31-39).

Memang, tindakan Salomo menghukum Yoab dan Simei di perikop berikut bisa ditafsir seolah membalaskan dendam ayahnya. Atau ketika ia akhirnya menghukum mati Adonia, sebagai pembalasan dendam pribadi. Itu semua memang berpulang pada karakter yang dimiliki Salomo. Kebalikan dari Adonia yang ambisius, Salomo mewarisi karakter kelemahlembutan dan belas kasih dari ayahnya, Daud.

Pesan Daud kepada Salomo berguna juga bagi kita yang berada dalam posisi kepemimpinan. Tuhan kiranya menolong para pemimpin untuk menjadi pemimpin yang benar dan adil, dengan didasari takut akan Tuhan.

Amin. Haleluyah.

(by  Ev. Sapto Harun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU