Tual, suaradamai.com – Pemerintah Kota Tual menggelar rapat koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama unsur lintas sektor keagamaan dalam rangka menyambut Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Rapat yang berlangsung di kediaman Wakil Wali Kota Tual, Kamis (19/03/2026), dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Tual, H. Amir Rumra. Turut hadir Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kota Tual, Ridwan H. Renwarin, serta unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat.
Dalam arahannya, Amir Rumra menjelaskan bahwa pertemuan tersebut bertujuan untuk membahas pelaksanaan malam takbiran sekaligus menampung berbagai masukan dari seluruh pihak.
“Pertemuan malam ini bertujuan untuk membahas pelaksanaan kegiatan malam takbiran, sekaligus menerima berbagai masukan dan saran dari seluruh pihak,” ujar Rumra.
Ia juga menyampaikan bahwa situasi dan kondisi di Desa Fiditan saat ini mulai membaik, didukung oleh aparat keamanan melalui berbagai kegiatan positif, termasuk kegiatan keagamaan seperti dendang sahur bersama.
Terkait penggunaan kembang api, Rumra menegaskan bahwa masyarakat diimbau untuk tidak menyalakan petasan maupun kembang api demi menjaga keamanan dan ketertiban selama perayaan Idul Fitri.
Berdasarkan hasil rapat, disepakati bahwa pelaksanaan malam takbiran di Kota Tual tetap dilaksanakan secara khidmat, aman, dan tertib dengan mengedepankan nilai kebersamaan dan persaudaraan.
Takbiran keliling diperbolehkan, namun tanpa menggunakan kendaraan bermotor dan dilakukan dengan berjalan kaki. Masyarakat juga diimbau untuk tidak menggunakan petasan maupun kembang api.
Adapun rute takbiran telah ditetapkan dengan titik awal dari Masjid Al-Huriyah 45, kemudian menuju Lapangan Lodar El, Gereja St. Xevarius Tual, Aspol Lama, Lanal Tual, kawasan Alfarizi, Dusun Mangon, dan berakhir di Desa Fiditan.
Sementara itu, pihak Polres Tual menyatakan kesiapan penuh dalam mengamankan pelaksanaan malam takbiran hingga Salat Idul Fitri. Pengamanan akan dilakukan baik di lapangan maupun di masjid-masjid.
Sebanyak kurang lebih 300 personel akan dikerahkan, terdiri dari unsur Polri, Brimob, TNI, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP. Personel akan ditempatkan di sejumlah titik strategis, khususnya di wilayah Desa Fiditan, baik jalur atas maupun jalur pantai. Selain itu, sejumlah pos pengamanan Operasi Ketupat juga telah didirikan di beberapa lokasi.
Seluruh unsur yang terlibat, baik pemerintah, tokoh agama, masyarakat, maupun aparat keamanan, berkomitmen untuk menjaga situasi tetap kondusif sehingga pelaksanaan malam takbiran dapat berlangsung aman, lancar, dan damai.
