Penelitian Kualitas Air Perlu Dilakukan Setiap Tahun

Saul mengatakan, pihaknya sudah melakukan penelitian di beberapa titik di Maluku Tenggara. Mereka mendapati ada titik tertentu yang sudah tercemar.


Langgur, suaradamai.com – Ketua Program Studi Manajemen Rekayasa Pengolahan Hasil Perikanan Politeknik Perikanan Negeri Tual (Prodi MRPHP Polikant) Saul Serpara menyarankan pemerintah daerah agar melakukan penelitian kualitas air setiap tahun.

“Dengan begitu kita bisa tahu apakah suatu perairan itu sudah tercemar atau tidak. Sehingga kita bisa mengambil langkah-langkah,” kata Saul kepada Suara Damai di ruang kerjanya, Selasa (20/4/2021).

Saul menambahkan, beberapa waktu lalu pihaknya melakukan penelitian di sejumlah titik di Maluku Tenggara, dan mendapati ada titik tertentu yang sudah tercemar.

Atas dasar itulah, mereka bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara pada tahun 2019. Bersama-sama mengambil sampel penelitian di lima titik, yakni Pelabuhan Elat, lokasi wisata Ngurbloat, Pelabuhan Debut, lokasi wisata Kelapa Miring Wab, dan perairan Ohoi Danar.

Mereka menemukan sebagian besar bakteri berjenis Escherichia coli. Jumlah bakteri ini di titik tersebut masih ada pada kategori wajar. Sehingga tidak terlalu membahayakan.

“Masih normal, belum sampai pada tahap yang ‘harus ditanggulangi’,” tambah Saul.

Meski begitu, sambung dia, penelitian kualitas air ini harus dilakukan setiap tahun, karena setiap saat terjadi perubahan-perubahan lingkungan, yang disebabkan adanya perkembangan teknologi dan pertambahan penduduk.

“Waktu itu masih penelitian dasar, sehingga dipandang perlu ada penelitian lanjutan,” tambah dia.

Editor: Labes Remetwa


Perlu dilakukan penelitian ini untuk mengetahui apakah suatu perairan masih terawat atau sudah tercemar.


Baca juga:

Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Ads

Populer

Artikel terkait

Wali Kota Ambon: Natal Sejati Hadirkan Kasih dan Damai, Safari Natal Perkuat Toleransi

Wattimena mengatakan, Safari Natal merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah...

Giliran Indonesia Batasi Akses Medsos bagi Anak Usia 13-16 Tahun Mulai Maret 2026

“Tahun depan bulan Maret sudah mulai bisa kita laksanakan...

Fun Run HUT ke-22 Kepulauan Aru, Djumpa-Sihite Gelorakan Semangat Bangun Aru

Wakil Bupati, Muhammad Djumpa, Kapolres Kepulauan Aru, AKBP Albert...

Empat Isu Strategis Soal Perempuan Asli Papua Jadi Pembahasan Utama dalam Kunker MRPB

Kunker yang berlangsung di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat,...