Petani Bawang Merah Abean Masih Butuh Pendampingan Intensif

0
2225
Petani di Watngon, salah satu Sentra Produksi Bawang Merah Maluku Tenggara. (Dok. wartalika.com)

Produksi bawang merah skala besar di Maluku Tenggara baru seumur jagung. Dinas Pertanian diharapkan fokus apabila ingin menguasai pasar bawang merah Indonesia Timur.

Langgur, suaradamai.com Kemandirian yang dibarengi kesuksesan merupakan tujuan dari program yang diusung Dinas Pertanian Kabupaten Maluku Tenggara, bagi petani bawang merah di sentra produksi Abean Raya. Sayangnya, tujuan tersebut belum tercapai, malah redup.

Pj. Kepala Ohoi Watngon Silvester Aflaubun mengungkapkan, kemampuan dan pemahaman petani di Ohoi Watngon tentang produksi bawang merah masih sangat terbatas. Sehingga masih membutuhkan pendampingan.

Senada dengan Aflaubun, petani bawang merah Fitus Savsavubun menyatakan, sebagian besar petani bawang merah di Ohoi Watngon belum dapat dikategorikan petani mandiri.

“Petani yang ada di ohoi ini tidak seluruhnya mandiri, karena mereka belum secara maskimal dan serius dalam melakukan usaha produski bawang merah,” ungkapnya.

Bagi Savsavubun, proses produksi bawang merah tidak semudah menanam sayuran, sehingga keseriusan dalam usaha memproduksi bawang merah merupakan faktor utama. Lantas, keseriusan itu bukan hanya dari petani semata, melainkan juga harus terbangun dalam tim dinas terkait.

“Dikatakan serius, apabila para petani senantiasa harus diberikan pendampingan dan motivasi. Tapi kenyataannya, tim ataupun petugas dari Dinas Pertanian sejak tahun kemarin sudah sangat jarang turun ke lapangan untuk memberikan pendampingan,” ungkapnya.

Ia menegaskan, jaminan menjadikan Abean Raya sebagai sentra produksi bawang merah di kawasan Timur Indonesia, bukanlah hal yang mudah. Bahkan untuk bisa menguasai pasar, perlu ada sistem yang dibangun secara maksimal dan teratur.

“Untuk bisa menjadi sentra produksi dan menguasai pasar, maka baik pemerintah daerah maupun dari petani setempat harus benar-benar serius. Apabila petaninya serius, tetapi ketika diperhadapkan dengan kondisi sulit atau kendala dalam hal mengolah prroduski bawang merah, apalagi dengan minimnya pendampingan dari Dinas pertanian, maka saya pastikan semua usaha ini akan gagal,” ujarnya kecewa.

Menurut Savsavubun, kendala yang sering dihadapi para petani di wilayah setempat, yakni terkait kondisi musim, hama, dan terutama adalah minimnya ketersediaan air.

Ia tegaskan bahwa produksi bawang merah di Kabupaten Maluku Tenggara, khususnya di Abean Raya baru berlangsung tiga tahun, sejak 2017. Selama tiga tahun itu, baik dari Dinas Pertanian maupun petani di ketiga ohoi tersebut masih dalam tahap pembelajaran.

“Bawang merah di daerah ini kan baru ditaman pada tahun 2017, itu pun dari Dinas Pertanian dan petani masih dalam tahap belajar, buktinya di tahun 2018 produksi terbilang sukses. Jadi sebenarnya dari tenaga khsusus Dinas Pertanian ada yang harus mengikuti pelatihan pengolahan produksi tanam bawang merah dan selanjutnya diterapkan ke masyarakat, tapi kalau itu tidak dilakukan, pastinya akan sulit untuk berkembang,” kata Savsavubun.

“Embung” Program yang Mubazir

Savsavubun ungkap, Dinas Pertanian Malra berencana membangun fasilitas embung di area lahan tani bawang merah. Meski begitu, menurutnya, rencana itu sia-sia saja karena tidak ada sumber air di wilayah tersebut.

“Akan ada pengadaan embung dari Dinas Pertanian di Ohoi Watngon, tapi saya kira itu akan mubazir saja. Mau buat embung lalu sumber airnya dari mana,” ujarnya.

Menurut Savsavubun, dengan kondisi keterbatasan air di wilayah setempat, maka alangkah baiknya tidak dibuat embung. Melainkan lebih efektif adalah membangun bak penampung, sehingga akan lebih mudah untuk menampung air di musim panas.

“Kalau ada bak penampung di setiap lahan, itu jauh lebih baik. Pemerintah ohoi juga mungkin bisa pengadaan mobil air. Dengan begitu, saat musim panas, petani bisa sewa, lalu isi di bak itu mungkin bisa, tapi yang namanya embung kalau tunggu hujan turun, pasti sangat susah,” katanya. (gerryngamel/labesremetwa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here