Pj. Gubernur Papua Selatan Ajak Masyarakat Kolaborasi Demi Kesejahteraan

kata Apolo Safanpo, kita harus bekerja sama dengan tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh agama agar kita tidak mengambil keputusan sepihak. Di Papua Selatan dikenal ada 4 M yaitu Suku Marind, Suku Mandobo, Suku Muyu dan Suku Mappi.


Jakarta, Suaradamai.com. – Penjabat Gubernur Provinsi Papua Selatan, Apolo Safanpo dilantik Jumat (11/11/2022) di Jakarta, oleh Mendagri Tito Karnavian, bersama dengan dua penjabat gubernur lain, yakni Ribka Haluk sebagai Penjabat Gubernur Papua Tengah dan Nikolaus Kondomo sebagai Penjabat Gubernur Provinsi Papua Pegunungan.

Usai dilantik, kepada awak media, Apolo Safanpo mengatakan,  pada prinsipnya seluruh masyarakat Papua Selatan patut bersyukur kepada Tuhan atas berkat dan rahmat-Nya, hari ini, Provinsi Papua Selatan diresmikan dan telah dilantik Penjabat Gubernur Papua Selatan.

“Ini hasil perjuangan panjang sejak tahun 2000 dan  terwujud hari ini,” ujar Apolo, pria kelahiran Agats, 24 April 1975.

Sesuai arahan Menteri Dalam Negeri tadi, bahwa secara de jure Provinsi Papua Selatan telah sah sejak 25 Juli 2022, disahkan oleh Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo.

Pada Jumat (11/11/2022), secara de facto telah dilaksanakan peresmian dan pelantikan penjabat gubernur yang menandai dimulainya suatu provinsi yang baru, mulai menyelenggarakan pemerintahan yang sah untuk melayani masyarakat oleh pemerintah Provinsi Papua Selatan.

“Kita ingin melayani untuk menyejahterakan masyarakat Papua Selatan. Tujuan dari semua  pembangunan cuman satu saja yakni agar masyarakat sejahtera. Untuk menuju masyarakat sejahtera, kita mulai melaksanakan pembangunan di berbagai sektor, yaitu pertanian, kesehatan, pendidikan, dan perikanan,” ujar Apolo Safanpo, yang menjabat Rektor Universitas Cendrawasih selama dua periode itu.

Semua ini menjadi langkah awal dimulai pembangunan demi pertumbuhan ekonomi. Pembangunan infrastruktur yang memadai merupakan penunjang agar masyarakat dapat merasakan suatu perubahan dan mereka ikut menikmati perubahan itu.

Dalam waktu tertentu, pihaknya telah melakukan suatu evaluasi tentang pelaksanaan pembangunan itu, apakah ada progres kinerja dan pencapaian kita sudah sampai dimana sehingga kita tahu mana yang perlu dikembangkan ke depan nanti.

Masalah orang Papua Selatan paling dimengerti oleh orang Papua Selatan sendiri. “Kita harus belajar dari mereka.  Jangan  seolah-olah kita yang paling mengetahui permasalahan mereka. Maka perlu sebuah pendekatan personal dan  kelompok agar bisa  mengindentifikasi hal hal yang di butuhkan mereka,” ujar Penjabat Gubernur Papua Selatan.

Intinya, kata Apolo Safanpo, kita harus bekerja sama dengan tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh agama agar kita tidak mengambil keputusan sepihak. Di Papua Selatan dikenal ada 4 M yaitu Suku Marind, Suku Mandobo, Suku Muyu dan Suku Mappi.

Orang dari luar Papua Selatan  dirangkul untuk bersatu melakukan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat Papua Selatan itu sendiri.

“Saya berharap, kami dapat menyelesaikan permasalahan dan bersama-sama, merumuskan tujuan bersama, melakukannya bersama demi pencapaian yang diinginkan oleh masyarakat Papua Selatan.

Ibu Kota Provinsi Papua Selatan berkedudukan di Kabupaten Merauke. Sebagai wilayah pemekaran, Provinsi Papua Selatan mempunyai batas daerah, meliputi:

  • Sebelah utara: Kabupaten Nduga, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Pegunungan Bintang;
  • Sebelah timur: Negara Papua Nugini;
  • Sebelah selatan: Laut Arafura; dan
  • Sebelah barat: Kabupaten Mimika dan Laut Aru.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU