“Harapan saya, mitra bisa mengembangkan pelatihan-pelatihan yang sudah kita lakukan, dimana ada pelatihan branding, untuk bisa menjual nanti hasil yang mereka dapatkan ini ke masyarakat,” tambah Irwan.
Langgur, suaradamai.com – Politeknik Perikanan Negeri Tual kembali menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Taar. Kali ini, tim pengabdian bekerja sama dengan UMKM Alstonia untuk mengembangkan budidaya rumput laut sebagai upaya mempercepat dan meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat setempat, Jumat (12/6/2026).
Tim pengabdian yang dipimpin Irwan Ismail sebagai Ketua, dengan anggota Dr. Jane Lulinda Dangeubun, Elen Marta Lutur, serta mahasiswi Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant) Maria Rumadery, melakukan monitoring penanaman rumput laut jenis kolerfa pada bak terpal. Penanaman yang telah berjalan selama satu bulan ini menggunakan pupuk organik cair berbahan dasar bonggol pisang, daun kelor, dan air cuci beras.
“Pupuk organik cair dari bonggol pisang, air cucian beras, daun kelor, untuk menutrisi agar kolerfa memiliki pertumbuhan yang baik. Hari ini kita sudah melakukan pemanenan. Ini ada hasil dari pemeliharan kita, yang kita lakukan selama 1 bulan ” ujar Irwan Ismail.
Selain monitoring dan pemanenan, tim juga memberikan pelatihan lengkap kepada mitra UMKM Alstonia. Pelatihan mencakup pembuatan pupuk organik cair fermentasi, pengolahan produk, pengemasan, hingga strategi branding.
“Harapan saya, mitra bisa mengembangkan pelatihan-pelatihan yang sudah kita lakukan, dimana ada pelatihan branding, untuk bisa menjual nanti hasil yang mereka dapatkan ini ke masyarakat,” tambah Irwan.
Ketua UMKM Alstonia, Royke Betaubun, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, sebelumnya UMKM Alstonia lebih fokus pada pembudidayaan teripang yang membutuhkan waktu panen cukup lama. Kini mereka beralih ke rumput laut yang dinilai lebih cepat memberikan hasil ekonomi.
“Terima kasih kepada tim pengabdian sudah kasih pelatihan kami bagaimana cara mengemas dan cara penjualan mudah – mudahan bisa masuk tembus pasar lokal,” ungkap Royke.
Kegiatan pengabdian ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan untuk UMKM Alstonia dalam budidaya rumput laut serta pengolahan pupuk organik. Dengan demikian, perekonomian berbasis UMKM di wilayah tersebut dapat tumbuh lebih berkelanjutan dan mandiri. Program semacam ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung pengembangan ekonomi lokal yang ramah lingkungan dan berbasis sumber daya laut
