Rangka Jembatan Darurat Reyamru dalam Proses Mobilisasi

Rangka jembatan tersebut akan dipasang menggantikan jembatan Reyamru yang roboh akibat bencana alam baru-baru ini.


Langgur,  suaradamai.com – Rangka baja jembatan darurat Reyamru sementara dalam proses mobilisasi dari Ambon menuju Pulau Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara, melalui jalur laut.

Rangka jembatan tersebut akan dipasang menggantikan jembatan Reyamru yang roboh akibat bencana alam baru-baru ini.

Dalam rapat pertanggungjawaban anggaran dengan Komisi III DPRD Malra, Rabu (13/7/2022), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Malra Herling Priartha menjelaskan alasan peminjaman rangka baja jembatan tersebut.

Menurut Priartha, sebelumnya ada opsi jembatan darurat menggunakan batang kelapa. Namun, karena ada rencana pembangunan jalan, yang mana akan dilakukan memobilisasi material dan alat berat, sehingga mereka memilih meminjam rangka baja dari Dinas PUPR Provinsi Maluku, sembari menunggu pembangunan jembatan permanen.

“Setelah berkoordinasi dengan Balai Jalan Nasional, jalan Hollat-Banda Ely, Tuhan sayang, dalam satu dua hari ini sudah dalam proses tender. Kalau kondisinya, jembatan Reyamru pakai batang kelapa … sangat berisiko karena ada mobilisasi material dan alat berat ke jalur Hollat-Banda Ely,” ungkap Priartha menjelaskan pentingnya rangka baja.

Priartha menambahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR Provinsi Maluku untuk menganggarkan pembangunan jembatan permanen Reyamru pada tahun 2023.

“Mereka (Dinas PUPR Provinsi Maluku) sudah usulkan di DAK Fisik 2023,” kata Priartha.

Dinas PUPR Maluku, lanjut Priartha, meminta dukungan Pemkab Malra dalam hal biaya perencanaan. Sebab itu, dalam rapat tersebut, Priartha langsung meminta dukungan dari pimpinan dan anggota Komisi III DPRD Malra.

Untuk diketahui, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara setelah mendengar informasi jembatan roboh, langsung turun lapangan dan menggelar rapat bersama Pemerintah Provinsi dan DPRD Maluku di Kantor Gubernur.

Langkah cepat itu mendapat apresiasi dari Anggota Komisi III Stef Layanan. Ia meminta Dinas PUTR mempercepat pemasangan rangka baja tersebut untuk membantu akses transportasi di sana.

“Kita minta supaya (pemasangan rangka jembatan) dipercepat, karena, dengan kondisi jembatan itu, biaya transportasi naik 100 persen,” ujar Stef.

Editor: Labes Remetwa


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU

error: Konten dilindungi!