Kondisi ketegangan sosial yang meningkat belakangan perlu disikapi dengan pendekatan dialog dan pemulihan, bukan saling menyalahkan.
Ambon, suaradamai.com – Dewan Pimpinan Pusat Forum Pemuda Maluku Maju (DPP FPMM) menggelar ruang dialog kebangsaan bertajuk Bacarita Orang Basudara, sebagai upaya merawat persaudaraan dan memperkuat rekonsiliasi sosial di Maluku.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Santika Premiere Ambon pada Jumat (16/1/2026), menghadirkan berbagai komponen masyarakat, antara lain raja negeri, pemuka agama lintas iman, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta perwakilan pemuda dari berbagai wilayah seperti Kailolo, Kei, Seram, dan daerah lain di Maluku.
Ketua Umum DPP FPMM, Umar Ohoitenan (Umar Kei), menyampaikan bahwa forum tersebut bertujuan sebagai ruang refleksi bersama untuk menjaga nilai-nilai dasar masyarakat Maluku yang berakar pada persaudaraan, kebersamaan, dan saling menghormati.
Menurutnya, kondisi ketegangan sosial yang meningkat belakangan perlu disikapi dengan pendekatan dialog dan pemulihan, bukan saling menyalahkan.
“Yang kita butuhkan hari ini adalah ketenangan, doa, dan kemauan untuk saling mendengar. Kalau ruang dialog dibuka, maka luka-luka sosial bisa dipulihkan,” ucapnya.
Umar juga menekankan pentingnya mewariskan identitas orang Maluku sebagai satu gandong dan satu saudara, terutama kepada generasi muda yang semakin jauh dari nilai adat dan sejarah lokal.
Ia mengajak para pemimpin adat dan tokoh agama untuk memperkuat komunikasi dengan anak muda melalui forum informal dan diskusi berkelanjutan.
Sejumlah raja negeri dan tokoh adat yang hadir menyampaikan pentingnya menjaga ikatan kekeluargaan dan menghentikan narasi provokatif yang berpotensi memecah persatuan.
Mereka menilai forum Bacarita Orang Basudara menjadi pengingat bahwa perbedaan tidak boleh menghilangkan rasa saling memiliki sebagai sesama anak negeri.
Kegiatan diakhiri dengan kesepakatan moral untuk menjaga suasana damai, memperkuat silaturahmi lintas agama dan negeri, serta menolak segala bentuk konflik yang merugikan masyarakat.
DPP FPMM berharap dialog semacam ini dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya mewujudkan Maluku yang aman, rukun, dan bermartabat.
Editor: Labes Remetwa
