Renungan Katolik 1 September 2026: Memiliki Pikiran Kristus

Selasa, 1 September 2026 | Pekan Biasa XXII | Warna Liturgi: Hijau


Bacaan I: 1Kor 2:10b-16
Mazmur Tanggapan: Mzm 145:8-9.10-11.12-13ab.13cd-14

Bait Pengantar Injil: Luk 7:16
Bacaan Injil: Luk 4:31-37

Memiliki Pikiran Kristus

Sabda Tuhan hari ini mengajak kita melihat lebih dalam daripada apa yang tampak di permukaan. Rasul Paulus berkata, “Kami memiliki pikiran Kristus.” Sementara dalam Injil, kita menyaksikan kuasa Yesus yang membebaskan seorang yang kerasukan roh jahat.

Kedua bacaan ini bertemu pada satu hal penting: mengenal siapa Yesus dan membiarkan kuasa-Nya bekerja dalam hidup kita.

Orang-orang di Kapernaum takjub karena pengajaran Yesus berbeda dari yang biasa mereka dengar. Ia berbicara dengan kuasa. Bahkan roh jahat pun mengenali-Nya sebagai “Yang Kudus dari Allah.” Namun, pengenalan itu bukanlah iman. Roh jahat tahu siapa Yesus, tetapi tidak menyerahkan diri kepada-Nya.

Di sinilah kita perlu bercermin.

Kita mungkin sudah lama mengenal nama Yesus. Kita pergi ke gereja, berdoa, membaca Kitab Suci, mengikuti kegiatan rohani, bahkan sering berbicara tentang Tuhan. Tetapi pertanyaannya: apakah kita sungguh memiliki pikiran Kristus?

Memiliki pikiran Kristus berarti belajar melihat kehidupan sebagaimana Kristus melihatnya.

Ketika orang lain membenci, kita belajar mengampuni. Ketika orang lain mencari keuntungan sendiri, kita belajar berbagi. Ketika kita disakiti, kita tidak membalas dengan kejahatan. Ketika menghadapi masalah, kita tidak segera menyerah, tetapi mencari kehendak Allah.

Rasul Paulus mengingatkan bahwa manusia duniawi tidak mampu memahami perkara-perkara Roh Allah. Bukan berarti orang beriman harus meninggalkan dunia atau tidak menggunakan akal sehat. Sebaliknya, kita dipanggil untuk membiarkan Roh Kudus menerangi akal budi sehingga keputusan, perkataan, dan tindakan kita semakin sesuai dengan kehendak Allah.

Pikiran Kristus Mengubah Cara Kita Melihat Sesama

Memiliki pikiran Kristus berarti membiarkan Kristus mengubah cara kita memandang kehidupan dan sesama.

Orang yang memiliki pikiran Kristus tidak hanya bertanya, “Apa yang menguntungkan saya?” tetapi juga, “Apa yang baik bagi orang lain?”

Ia tidak hanya bertanya, “Siapa yang salah?” tetapi juga, “Apa yang dapat saya lakukan untuk membawa pemulihan?”

Ia tidak hanya melihat kelemahan seseorang, tetapi juga melihat martabatnya sebagai ciptaan Allah.

Dalam Injil, Yesus berkata kepada roh jahat, “Diam, keluarlah dari padanya!” Perintah Yesus membebaskan. Kuasa-Nya bukan kuasa untuk menindas, melainkan kuasa untuk menyelamatkan.

Karena itu, ada satu pertanyaan penting bagi kita hari ini: apa yang masih menguasai hidup kita dan menghalangi kita untuk hidup dalam kebebasan Kristus?

Mungkin kemarahan yang terus dipelihara.

Mungkin dendam yang tidak mau dilepaskan.

Mungkin keserakahan.

Mungkin iri hati.

Mungkin kebiasaan buruk yang kita tahu salah tetapi terus kita pertahankan.

Mungkin juga ketakutan dan kekhawatiran yang membuat kita kehilangan kepercayaan kepada Tuhan.

Hari ini Kristus datang bukan untuk menghukum kita, tetapi untuk membebaskan kita.

Mari kita membuka hati kepada Roh Kudus. Biarkan Dia menerangi pikiran kita, membersihkan hati kita, dan mengubah cara kita memperlakukan orang lain. Sebab iman bukan sekadar mengetahui siapa Yesus, tetapi membiarkan Yesus menjadi Tuhan atas seluruh hidup kita.

Ketika pikiran Kristus mulai tinggal dalam diri kita, hidup kita pun perlahan menjadi kesaksian.

Perkataan kita membawa damai. Kehadiran kita membawa penghiburan. Keputusan kita membawa kebaikan. Dan melalui hidup kita, orang lain dapat merasakan bahwa Allah sungguh hadir dan mengunjungi umat-Nya.

Doa

Tuhan Yesus,

Engkaulah Yang Kudus dari Allah. Datanglah dan berkuasalah dalam hidup kami.

Utuslah Roh Kudus-Mu untuk menerangi pikiran dan hati kami, agar kami mampu memahami kehendak-Mu dan memiliki pikiran Kristus.

Bebaskan kami dari segala sesuatu yang mengikat kami: dosa, kesombongan, kebencian, iri hati, ketakutan, dan segala kebiasaan yang menjauhkan kami daripada-Mu.

Ajarlah kami melihat sesama dengan kasih-Mu, mengampuni dengan hati-Mu, melayani dengan kerendahan hati-Mu, dan menghadapi setiap persoalan dengan iman kepada-Mu.

Semoga melalui hidup kami, semakin banyak orang mengalami kasih, damai, dan kuasa pembebasan-Mu.

Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

Refleksi Hari Ini

Saya mengenal Yesus bukan hanya dengan pikiran, tetapi apakah cara berpikir dan cara hidup saya sudah semakin menyerupai Kristus?


Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Pemkot Ambon Siapkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Taniwel, Bodewin: Bentuk Kepedulian Sesama Saudara

“Kami akan memberikan bantuan kepada keluarga kita yang terkena...

Yustina Ogoney Ajak Pemuda Putus Ketergantungan terhadap Bantuan

Dalam materi manajemen kepemimpinan di LDK IPPMU, Tokoh Perempuan...

Saudah Tuankotta Bantah Isu Kekayaan Hendrik Lewerissa Naik Usai Jadi Gubernur: “Itu Fitnah dan Hoaks”

Ambon, suaradamamai.com — Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Maluku...

Tiga Kali Rosario Itu Kembali ke Tempat yang Sama: Kisah di Balik Berdirinya Goa Maria Imakulata Kolser

Sebuah rosario hilang dan tiga kali ditemukan kembali di...