Resiko Tinggi, Perlu Bangun Talut Pemecah Ombak di Pesisir

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tual Jamal Renhoat mengatakan risiko tinggi mengancam masyarakat pesisir jika tidak dilindungi, minimal dengan adanya talut pada garis pantai.


Tual, suaradamai.com – Dinas Lingkungan Hidup Kota Tual menyoroti terkait talut pemecah ombak yang harus dimiliki setiap desa pesisir.

Bukan tanpa alasan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tual Jamal Renhoat mengatakan risiko tinggi mengancam masyarakat pesisir jika tidak dilindungi, minimal dengan adanya talut pada garis pantai.

Selain itu, kata Jamal, tingkat pengrusakan di wilayah pantai harus juga diminimalisir, karena dampaknya bisa jangka panjang. Jamal meminta semua pihak bersinergi untuk menjaga lingkungan, sebab kewenangan Dinas Lingkungan Hidup saat ini hanya sebatas memberikan sosialisasi kepada masyarakat.

“Selama ini kalau untuk anggaran memang tidak ada di kita untuk anggaran langsung untuk penanganan ini belum ya. Tapi kita baru pada tahap sosialisasi sosialisasi dan ini kami lakukan dalam setiap pertemuan,” kata Jamal.

“Kita juga mengajak masyarakat dan berbagai pihak untuk mengimplementasikan hal tersebut. Sementara, hanya itu yang kami bisa lakukan. Memang tinggi sekali resikonya jika tidak memiliki talut sebagai pencegahan di garis pantai,” sambung dia.

Jamal mengharapkan jika talut telah dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) atau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), masyarakat diminta agar bersama-sama menjaga dan tidak merusak lingkungan di sekitar pesisir.

“Agar bisa tetap nyaman hidup yang di pinggiran pantai, mengingat Kota Tual sebagian besar terdiri dari wilayah laut,” ujar Jamal.

Hingga saat ini talut pemecah ombak dibangun di beberapa wilayah pesisir guna menghindarkan desa-desa pesisir dari bencana alam air pasang ataupun ombak yang tinggi.

Editor: Labes Remetwa


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU