Safsafubun: Harus Ada Inovasi Program dan Kegiatan Organisasi Perangkat Daerah

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Malra Rasyid mengakui program dan kegiatan OPD selama ini sama dari tahun ke tahun.


Langgur, suaradamai.com – Anggota Pansus LKPJ Perwakilan Komisi II DPRD Kabupaten Maluku Tenggara Eusebius Utha Safsafubun mengusulkan kepada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah agar mengasistensi program yang inovatif.

“Kita pahami, berdasarkan ketentuan perundang-undangan saat ini adalah money follow program, bukan money follow function,” jelas Utha dalam rapat paripurna pembahasan LKPJ antara DPRD Malra dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Malra, Selasa (5/5/2020).

Melansir bastanography.id, konsep money follow function pada prinsipnya menegaskan bahwa pengalokasian anggaran harus berdasarkan fungsi masing-masing unit dalam organisasi pemerintah. Secara filosofi maksud dari konsep ini adalah ingin membangun konsep penganggaran yang efektif efisien serta menjaga kesinambungan fiskal melalui upaya peningkatan kualitas belanja atau quality spending, yang dimulai dari pelaksanaan program/kegiatan oleh fungsi organisasi yang tepat.

Sementara pada konsep money follow program menegaskan perlunya pendekatan penganggaran yang berdasarkan pada bobot program/kegiatan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan oleh pemerintah, dimana program/kegiatan dikatakan memiliki bobot yang tinggi jika memberi manfaat yang besar kepada rakyat.

“Ini kewenangan saudara sebagai PPKD untuk ketika merangkul semua rancangan angaran OPD-OPD sebagai pengguna anggaran. Ini tolong jangan program dan kegiatan yang itu terus, terus. Ada inovasi sedikit. Keluar daripada zona kebiasaan itu,” ujar Utha kepada Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Malra Rasyid.

“Kalau kita bedah program dan kegiatan dari SKPD (OPD) itu, yang itu-itu saja. Bisakah tidak hanya berpatok pada fungsinya tetapi bagaimana program yang jauh lebih baik. Pada saat dilakukan asistensi di dalam tim anggaran. Kalau memang harus dianulir (batal), lebih baik dianulir. Dari pada hanya buang-buang anggaran,” tambahnya.

Menanggapi usulan Utha, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Malra Rasyid mengakui program dan kegiatan OPD merupakan kegiatan yang sama setiap tahun dilakukan.

“Hanya kegiatan tersebut mengacu pada program dan kegiatan prioritas yang tercantum dalam arahan RPJMD yang harus kami lakukan dalam rangka mengejar target capaian RPJMD,” jelas Utha.

Editor: Labes Remetwa


Money follow program, bukan money follow function

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU