Sambangi Kemensos RI, Munaswir Kami Sampaikan Sejumlah Keluhan

Menurutnya, Selama ini pendistribusian bantuan PKH, melalui Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA) namun terkesan lamban dan belum mencapai angka signifikan terutama di wilayah terpencil.


Ambon, Suaradamai.com, – Komisi IV DPRD Maluku sambangi Kementerian Sosial (Kemensos) RI dalam rangka penyampaian aspirasi dan keluhan terkait distribusi Penerima Keluarga Harapan (PKH), skema e-Warung, program sembako dan Komunitas Adat Terpencil (KAT).

Komisi diterima langsung Direktur Pemberdayaan KAT (Komunitas Adat Terpencil) dan Staf khusus Menteri Sosial Tri Rismaharini.

Demikian diakui anggota komisi IV DPRD Maluku, Andi Munaswir Rabu (23/11/2022) di Baileo Karang Panjang Ambon.

Menurutnya, Selama ini pendistribusian bantuan PKH, melalui Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA) namun terkesan lamban dan belum mencapai angka signifikan terutama di wilayah terpencil.

Dijelaskan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Maluku ini, wilayah kita ini daerah kepulauan, sehingga penyaluran PKH terkadang mengalami kendala, yakni jarak antara bank dan tempat domisili yang relatif jauh kadang harus menempuh waktu beberapa hari.

Pernah terjadi beberapa kasus kecelakaan, bahkan hingga merenggut nyawa orang tua penerima manfaat PKH.

“Oleh sebab itu kami meminta Kemensos RI mengevaluasi kembali dan ke depannya kami minta digantikan oleh PT POS yang kinerjanya lebih baik, dengan layanan langsung menyambangi tempat domisili memperpendek rentang kendali,” Jelasnya.

Yang berikut terkait skema e-Warung, yang merupakan program penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat kurang mampu secara non tunai.

“Permintaan kami skema e-Warung program sembako ini diperbanyak, karena selama ini sangat terbatas artinya mereka tidak bisa mensuplai permintaan masyarakat yang tinggi karena suplainya sedikit,” Akuinya.

e-Warung itu didistribusikan oleh Himbara, namun tidak bisa menjangkau seluruh desa di pelosok negeri alasannya karena mereka tidak diberi dana distribusi, terkait dengan program ini kalo bisa disalurkan juga melalui PT POS.

Kita juga menyampaikan aspirasi terkait komunitas adat terpencil (KAT), karena provinsi Maluku ini merupakan salah satu KAT terbesar di Indonesia.

“Melalui program KAT ini, masyarakat di daerah terpencil bisa tersentuh, paling banyak tersebar di pulau seram dan pulau buru, lebih banyak di daerah pegunungan yang sulit sekali terjangkau diharapkan mereka disentuh melalui program KAT,” Sebutnya.

Kami meminta program ini bisa berkelanjutan dan terus menerus karena tahun ini ada juga bantuan ke pulau Burudan Maluku Tengah.

“Karena banyak sekali KAT yang belum tersentuh oleh pemerintah daerah kami minta Kemensos dapat mempertahankan progam ini dan lebih memprioritaskan provinsi Maluku,” Demikian Munaswir


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU