Ambon , suaradamai.com – Kepala Sekolah SD Negeri 77 Passo Ambon, Rina Malawau, mengungkapkan bahwa pihak sekolah telah menyiapkan sejumlah langkah dalam menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa kelas VI. Persiapan tersebut meliputi pembentukan tim TKA yang terdiri atas proktor dan pengawas, dengan tanggung jawab utama berada pada kepala sekolah.
Selain itu, sekolah telah menyediakan buku khusus bagi guru kelas sebagai bahan pembelajaran tambahan dalam rangka persiapan TKA. Wali kelas bertugas melakukan pemantauan dan pendataan terhadap 37 siswa kelas VI yang akan mengikuti tes tersebut.
Pada awal tahun ajaran, pihak sekolah telah menggelar rapat bersama orang tua siswa untuk menyampaikan rencana pelaksanaan TKA. Selanjutnya, pada akhir bulan ini akan dilaksanakan rapat khusus dengan orang tua siswa kelas VI guna membahas persiapan secara lebih mendalam.
Rina Malawau menegaskan bahwa pelaksanaan TKA di SD Negeri 77 Passo tidak dipungut biaya apa pun dari orang tua siswa. Ia juga mengimbau agar orang tua turut berperan aktif dengan memperhatikan jam belajar anak di rumah.
“Upaya maksimal guru di sekolah tidak akan optimal tanpa dukungan dari orang tua. Kami juga berharap siswa selalu dalam kondisi sehat agar dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari simulasi hingga pelaksanaan TKA,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, sekolah mengalami perubahan lokasi TKA. Awalnya kegiatan direncanakan berlangsung di Dapur Nania, namun dialihkan ke Dapur Waiheru baru yang mulai beroperasi. Perubahan ini dilakukan karena kapasitas Dapur Nania telah melebihi batas, sehingga dua sekolah, termasuk SD Negeri 77 Passo, harus dipindahkan.
Persiapan teknis akan berlangsung hingga pekan depan. Selanjutnya, mulai Senin mendatang, pelaksanaan akan berjalan sesuai arahan dari Badan Guru dan Madrasah (BGM) guna memastikan pelayanan yang maksimal.
Selain persiapan akademik, pihak sekolah juga memberikan rekomendasi terkait makanan bagi siswa. Beberapa jenis sayuran seperti kangkung dan bayam disarankan untuk dihindari karena mudah berubah warna jika tidak segera dikonsumsi. Sebagai alternatif, siswa dinilai lebih menyukai sayur sup karena meskipun porsinya sedikit, dapat habis dikonsumsi dibandingkan jenis sayuran lain seperti kacang panjang yang kurang diminati.
