Sebut Gubernur Maluku Minim Terobosan, Lefteuw Sebut Pernyataan Pemuda Katolik Prematur

“Saya menilai bahwa apa yang disampaikan oleh Sekertaris PK Maluku, terlalu skeptis dan prematur,” ujarnya, Kamis (4/12/2025).


Langgur, suaradamai.com – Sekertaris Partai Gerindra Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Wilibrodus Lefeteuw menyebutkan pernyataan dari Pemuda Katolik (PK) Komisariat Maluku prematur.

Pernyataan ini dilontarkan menyusul kritikan yang dilayangkan Sekertaris Pemuda Katolik Komisariat Maluku, Cayetanus Dharma Angwarmase ihwal Gubernur Maluku yang minim terobosan.

“Saya menilai bahwa apa yang disampaikan oleh Sekertaris PK Maluku, terlalu skeptis dan prematur,” ujarnya, Kamis (4/12/2025).

Menurutnya, Gubernur dan Wakil Gubernur dilantik pada 20 Februrari 2025, saat itu APBD sudah disahkan oleh Pj Gubernur Maluku Sadali Ie.

“Jadi mereka hanya melanjutkan, apa yang terlah direncanakan oleh Pj Gubernur Maluku kala itu, sehingga program yang hari ini dilakukan sudah terencana sebelumnya,” cetusnya.

Dirinya menambahkan, dalam Peraturan Pemerintah nomor 12 tahun 2019 pasal 124 ayat 3 tentang pengelolaan keuangan daerah, disitu dijelaskan Kepala Daerah dan Perangkat Daerah dilarang melakukan pengeluaran yang telah tertera di APBD.

“Jadi Pemerintah Provinsi Maluku telah bekerja sesuai jalur peraturan pemerintah,” tandasnya.

Terkait hubungan komunikasi antar Gubernur dan Presiden RI yang dikritisi oleh PK, kata Lefeteuw tidak semua hal harus dipublikasi.

“Komunikasi antara Gubernur dan Presiden kan tidak perlu semuanya dipublish ke publik, beliau tetap berkomunikasi baik dengan Presiden juga telah bertemu dengan beberapa menteri, yang nanti realisasinya ada di 2026,” pungkasnya.

Editor: Henrik Toatubun


Bagikan:

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Populer

Artikel terkait

Pemkot Ambon Tambah Armada dan TPS, Wali Kota Tekankan Peran Warga Jaga Kebersihan

Bodewin mengatakan, capaian Kota Ambon yang meraih peringkat ketiga...

Wali Kota Ambon: Pemerintah Tak Bisa Awasi Warga 24 Jam, Keluarga Jadi Benteng Utama

“Data yang kita dapatkan itu hasil pelacakan dan pemeriksaan....

IPAS Catat 396 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Maluku hingga Agustus 2026

Lokakarya tersebut berlangsung bertepatan dengan satu tahun perjanjian kerja...

Sekda Sadali Buka Lokakarya, Soroti Tiga Tantangan Penanganan Kekerasan Perempuan dan Anak di Maluku

Strategi tersebut mencakup penguatan layanan terpadu berbasis kepulauan, penguatan...