Tanggapi Gejolak Inflasi, Pemda KKT Lakukan Operasi Lapangan

“Dalam waktu dekat ini, baik Tim Pengendali Inflasi Daerah masih koordinasi dengan pihak terkait baik itu Polres, Kejaksaan dan Pertamina untuk sama-sama turun dilapangan nanti,” tandas Indey, Sabtu (17/9/2022)


Saumlaki, suaradamai.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) tidak masuk dalam daftar daerah di Provinsi Maluku dengan tingkat inflasi yang tinggi. Namun intervensi lapangan maupun penyiapan dan pengaman sosial sudah harus dilakukan oleh Pemda  dengan mengandeng pihak terkait baik Kepolisian, Kejaksaan, Perbankan hingga Pertamina sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Penjabat Bupati Daniel E Indey, mengatakan kalau Provinsi Maluku masuk dalam urutan ke-empat inflasi tertinggi 6,7 persen di Indonesia setelah  Provinsi Jambi 7,7 persen, Sumatera Barat 7,1 persen dan Kalimantan Tengah -6,9 persen. Oleh sebab itu, untuk pengendalian inflasi di daerah, pemerintah telah memberikan sejumlah rekomendasi. Diantaranya melaksanakan operasi pasar guna memastikan keterjangkauan harga dengan melibatkan berbagai stakeholder.

“Dalam waktu dekat ini, baik Tim Pengendali Inflasi Daerah masih koordinasi dengan pihak terkait baik itu Polres, Kejaksaan dan Pertamina untuk sama-sama turun dilapangan nanti,” tandas Indey, Sabtu (17/9/2022).

Indey, mengatakan beberapa komoditi yang menyebabkan inflasi adalah kenaikan harga cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan telur ayam ras.

Menurutnya, langkah penanganan jangka pendek akan segera diambil. Salah satunya operasi pasar di tiga titik yakni Pasar Ngirimase Olilit, Pasar Baru Omele Sifnana, serta pasar tradisional Larat.

Langkah lain, lanjut Indey, dengan melibatkan pihak perbankan, untuk pengadaan pupuk cabe dan bawang. Yang mana akan dibagi-bagi kepada warga untuk ditanam. Sedangkan untuk Pemda, juga telah menyiapkan lahan seluas 8 hektar di Dusun Waesawak, Kecamatan Tanimbar Selatan.

Menurut Indey, dengan situasi negara dan dunia saat ini, peran aktif masyarakat untuk memandang perlunya percepatan implementasi tanaman pangan di pekarang rumah masing-masing. Misalnya saja dengan menanam cabai untuk mengantisipasi permintaan tinggi, terutama menuju akhir tahun.

“Saya juga meminta OPD terkait untuk membuat neraca atau laporan tentang komoditas pangan strategis per-kecamatan. Misalnya di Tanimbar Selatan, potensi strategisnya apa untuk jenis komuditas pangan apa, begitu juga di kecamatan lainnya,” ujar Indey.


Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU