Tim Gustu Tangani 514 Pelaku Perjalanan Asal Kota Tual

Mereka baru tiba dengan KM. Nggapulu pagi tadi, langsung diarahkan ke dua titik utama lokasi karantina.


Tual, suaradamai.com – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) Tual menangani 514 pelaku perjalanan asal kota tersebut yang tiba dengan KM. Nggapulu di Pelabuhan Yos Sudarso Tual pagi tadi, Selasa (14/4/2020).

Pelaku perjalanan yang turun dari kapal dilakukan pemeriksaan kesehatan. Selanjutnya, petugas Gustu Kota Tual langsung mengarahkan pelaku perjalanan ke transportasi yang sudah disiapkan pemda.

Semua pelaku perjalanan saat menuju ke bus, truck, dan lain-lain, dibagi per wilayah di Kota Tual – yang berasal dari Kecamatan Dullah Utara dan Kecamatan Pulau-pulau terpisah dengan Kecamatan Dullah Selatan.

Saat masuk dalam alat transportasi pun sudah ada pembagian per daerah asal keberangkatan yaitu Jakarta, Surabaya, Makassar, Bau-Bau, Ambon dan Banda.

Pelaku perjalanan diangkut ke dua titik karantina yaitu LPTQ Tual bagi yang berasal dari Kecamatan Dullah Selatan; dan SD Fiditan bagi yang berasal dari Kecamatan Dullah Utara dan Pulau-pulau.

Penyemprotan disinfektan pada pelaku perjalanan di Gedung LPTQ Tual, Selasa (14/4/2020). Foto/Labes Remetwa

Pantauan awak media ini di gedung LPTQ, para pelaku perjalanan beserta barang bawaannya disemprot dengan disinfektan saat memasuki halaman gedung. Selanjutnya mereka berbaris menunggu giliran cuci tangan. Tim sudah menyiapkan sarapan bagi mereka.

Setelah itu, tim mendata masing-masing pelaku perjalanan untuk kemudian ditempatkan di lokasi karantina.

Jumlah pelaku perjalanan ternyata melebihi perkiraan tim – mencapai 514 orang – sehingga sebagian dipindahkan ke lokasi karantina terpusat alternatif yaitu di SMP Ohoitahit, SD Inpres Ohoitel, dan SMK N 1 Tual.

Untuk diketahui, ada penolakan dari warga Desa Tamedan sehingga Pesantren Al Ikhlas Tamedan Tual yang sebelumnya direncanakan menjadi tempat karantina dibatalkan.

Pelaku perjalanan yang berasal dari daerah keberangkatan Jakarta, Surabaya, Makassar dan Bau-Bau dikarantina terpusat, sedangkan yang berasal dari Ambon dan Banda dikarantina mandiri di rumah.

Pelaku karantina mandiri akan diawasi secara ketat oleh Tim Gustu dengan melibatkan TNI Polri sampai masyarakat. Tim sudah mengambil foto masing-masing pelaku perjalanan untuk memudahkan proses pengawasan.

Reporter: Labes Remetwa/ Penulis: Labes Remetwa/ Editor: Labes Remetwa


Pelaku karantina mandiri akan diawasi secara ketat oleh Tim Gustu dengan melibatkan TNI Polri sampai masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

KOMENTAR TERBARU